Polisi mengamankan enam orang yang diduga hendak terlibat tawuran di kawasan Gang Nurul Huda, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (4/8). Dari tangan mereka, polisi turut menyita sembilan senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.
Enam orang itu diamankan saat personel gabungan dari Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Selatan menggelar patroli serta penyisiran di sejumlah titik rawan usai menerima laporan warga melalui layanan 110 terkait potensi tawuran.
Barang bukti yang disita terdiri atas enam bilah samurai, satu celurit, satu golok, dan satu gear. Seluruh orang yang diamankan kemudian dibawa ke Polres Tangerang Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti setiap laporan masyarakat guna mencegah bentrokan terjadi.
“Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Patroli terus ditingkatkan untuk mencegah tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya sebelum menimbulkan korban,” kata Henik, Rabu (5/8).
Penangkapan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya pengamanan di wilayah Ciputat setelah keributan antara kelompok Gang Nurul Huda dan Gang Swadaya pada Minggu (2/8) dini hari.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan bentrokan sebelumnya dipicu aksi saling provokasi melalui media sosial. Polisi telah meningkatkan patroli dan melakukan penyisiran untuk mencegah bentrokan susulan.
“Kita juga laksanakan sweeping tadi bersama 200 personil, kita sweeping di dua kubu. Sampai kami amankan beberapa orang dan kami amankan senjata tajam. ini memang mainnya mereka melalui medsos. Ini pancing-pancingannya melalui medsos, kami sudah amankan dan sudah ditangkap juga adminnya,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu (5/8).
Menurut Bambang, pola tawuran kini banyak berawal dari saling tantang di media sosial, baik melalui unggahan maupun pesan langsung. Karena itu, polisi terus memperketat patroli dan pengamanan di wilayah yang dinilai rawan untuk mengantisipasi bentrokan kembali terjadi.






Komentar (0)