BNPT Gandeng Ormas Keagamaan Perkuat Ketahanan Masyarakat dari Ancaman Radikalisme

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan organisasi kemasyarakatan keagamaan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan membangun kesadaran masyarakat sejak dini terhadap ancaman radikalisme.

BNPT menilai penanggulangan terorisme tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.

"Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat," ungkap Kepala BNPT Eddy Hartono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Kolaborasi Perkuat Pencegahan Terorisme

Eddy menjelaskan strategi pencegahan terorisme yang dijalankan BNPT bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi.

Menurutnya, semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin kuat daya tahan masyarakat dalam menghadapi penyebaran ideologi kekerasan dan propaganda ekstremisme.

Ia mengatakan BNPT bertugas merumuskan, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan strategi penanggulangan terorisme sehingga organisasi keagamaan, termasuk Mathla'ul Anwar, diharapkan dapat berkolaborasi dalam edukasi dan literasi kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperkuat melalui pertemuan BNPT dengan Mathla'ul Anwar di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (21/7) sebagai langkah memperluas penguatan nilai kebangsaan hingga tingkat akar rumput.

Mathla'ul Anwar Dukung Program Desa Siapsiaga

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar Kiai Haji Jazuli Juwaini menyambut baik sinergi tersebut dan menegaskan bahwa menjaga Indonesia dari ancaman terorisme merupakan tanggung jawab bersama.

"Kami sangat berharap bahwa persoalan-persoalan bangsa termasuk di dalamnya terorisme yang tentu yang tidak bisa diselesaikan oleh sekelompok institusi dapat kita kolaborasikan. Kami sebagai organisasi Islam juga punya tanggung jawab kebangsaan," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Mathla'ul Anwar berkomitmen mendukung implementasi Program Desa Siapsiaga BNPT, khususnya di Provinsi Banten.

BNPT berharap sinergi tersebut dapat memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, memperkuat literasi mengenai bahaya radikalisme, serta meningkatkan daya tangkal publik terhadap narasi ekstremisme berbasis kekerasan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kepala KSP Beberkan Awal Mula Polemik Ekspor Nikel Cs Setop Gegara LTJ
• 10 jam lalu
0
thumb
Pelatih Vietnam Sanjung Nguyen Van Vi yang Jebol Gawang Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Mobilitasnya Tinggi
• 8 jam lalu
0
thumb
"Jadi Pemadam Itu Tanggung Jawabnya Besar, Ada Api Kita Maju"
• 21 jam lalu
0
thumb
Muktamar V Wahdah Islamiyah Akan Kukuhkan 10.000 Guru Al-Qur’an di Masjid Istiqlal
• 6 menit lalu
0
thumb
Kabinet Bayangan dan Partai Kecoak
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.