Melalui forum ini, kedua pihak mengajak masyarakat memahami teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sekaligus menjawab berbagai pertanyaan mengenai keamanan baterai, ketahanan kendaraan, hingga kesiapan ekosistem elektrifikasi di Indonesia.
Pabrikan asal China itu menilai PHEV dapat menjadi solusi transisi menuju kendaraan listrik karena menggabungkan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik dengan fleksibilitas mesin pembakaran internal untuk perjalanan jarak jauh.
"Kami percaya elektrifikasi tidak boleh mengorbankan kebebasan berkendara. PHEV menghadirkan pengalaman berkendara elektrik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan ketenangan untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa dibayangi range anxiety," ujar Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Doni Putra Okten, di lokasi acara. DFSK E5 Plus Andalkan Sistem Hybrid Pintar DFSK E5 Plus menjadi model yang diperkenalkan dalam sesi edukasi tersebut. Kendaraan ini dibekali Smart Power System DE-i, sistem hybrid yang mengatur perpindahan tenaga antara motor listrik dan mesin bensin secara otomatis sesuai kondisi berkendara. Baca Juga:
Sejarah Toyota Land Cruiser: 75 Tahun Menjadi SUV Andal
SUV ini juga menggunakan baterai berkapasitas 25 kWh, yang diklaim menjadi salah satu yang terbesar di kelasnya. Perusahaan menyebut baterai tersebut telah melalui berbagai pengujian keselamatan dan ketahanan untuk memastikan performa di berbagai kondisi jalan maupun iklim di Indonesia.
"Setiap baterai DFSK E5 Plus telah melalui pengujian keselamatan dan ketahanan yang komprehensif sebelum digunakan oleh konsumen. Sistem Battery Management System (BMS) kami juga dirancang untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang dengan mengoptimalkan proses pengisian, penggunaan, hingga perlindungan terhadap berbagai kondisi operasional, sehingga konsumen dapat memiliki rasa aman dan percaya diri dalam setiap perjalanan," ujar Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra, di momen yang sama. Bahas Mitos Seputar Kendaraan PHEV Dalam diskusi tersebut, Ichsan juga menjawab sejumlah pertanyaan yang masih sering muncul di masyarakat terkait kendaraan elektrifikasi. Beberapa di antaranya mengenai keamanan baterai, risiko overheating, usia pakai baterai, hingga kemampuan kendaraan untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Pihak pabrikan mengklaim E5 Plus mampu menempuh jarak kombinasi hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC. Mobil ini juga telah mendukung DC Fast Charging, sehingga pengisian daya baterai dari 30 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 20 hingga 28 menit.
Menurut DFSK, kemampuan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang ingin menikmati efisiensi berkendara menggunakan tenaga listrik tanpa menghilangkan kemampuan melakukan perjalanan antarkota. Baca Juga:
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro, Ada Penambahan Fitur Baru EVSafe: Edukasi dan Infrastruktur Sama Pentingnya Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar, menilai keberhasilan transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh teknologi kendaraan, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukungnya.
Ia menyebut terdapat tiga aspek utama yang perlu dibangun, yakni keselamatan kendaraan dan baterai, edukasi kepada pengguna, serta pengembangan infrastruktur seperti jaringan pengisian daya, layanan purnajual, dan sumber daya manusia yang kompeten.
"Tidak ada satu solusi yang dapat menjawab seluruh kebutuhan elektrifikasi. PHEV memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Namun, keberhasilan transisi ini tidak hanya bergantung pada teknologinya, melainkan juga pada edukasi yang mampu membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal," ujar Mahaendra Gofar.
Melalui kegiatan edukasi di GIIAS 2026, DFSK dan EVSafe Indonesia berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai teknologi PHEV, termasuk manfaat, aspek keselamatan, serta perannya dalam mendukung percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)






Komentar (0)