PEFINDO Turunkan Peringkat Efek ADHI Imbas Rencana Tunda Bayar Kupon Obligasi

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat efek PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menjadi idBB/Credit Watch.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat efek PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menjadi idBB/Credit Watch. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat efek PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Langkah ini dilakukan setelah perusahaan konstruksi tersebut berencana untuk melakukan penundaan pembayaran bunga obligasi.

Berdasarkan surat nomor RC-0995/PEF-DIR/VII/2026 dan RC-0966/PEF-DIR/VII/2026, PEFINDO menetapkan peringkat efek ADHI dari idA-/Negative menjadi idBB/Credit Watch yang berlaku 30 Juli hingga 30 Oktober 2026.

Baca Juga:
ADHI Tunjuk Rozi Sparta sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko

Di samping itu, peringkat dua obligasi ADHI juga diturunkan dari idA- menjadi idBB. Keduanya yakni Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri B dan Seri C Tahun 2022 dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024. 

Keputusan PEFINDO tersebut mencerminkan bahwa ADHI saat ini tengah menghadapi tekanan likuiditas yang secara material memengaruhi kemampuannya dalam memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu.

Baca Juga:
Proyek LRT City Mangkrak, ADHI Akui ADCP Sedang Hadapi Tantangan Likuiditas

"Perubahan peringkat tersebut diterbitkan sehubungan dengan adanya fakta material berupa rencana perseroan untuk menunda pembayaran Obligasi Berkelanjutan III dan Obligasi Berkelanjutan IV," kata Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko & Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Rozi Sparta, Rabu (5/8/2026).

Mengacu laporan keuangan per 30 Juni 2026, ADHI memiliki kas dan setara kas sebesar Rp813 miliar, turun signifikan dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp1,71 triliun.

Penurunan kas tersebut terjadi seiring kondisi operasional ADHI yang mengalami tekanan arus kas hingga minus Rp751 miliar di semester I-2026 serta pembayaran utang dan beban keuangan secara neto mencapai Rp430 miliar. Penurunan likuiditas yang cepat itu mencerminkan tekanan berat pada bisnis dan keberlangsungan usaha perseroan.

Sementara Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C memiliki emisi sebesar Rp2,46 triliun, sedangkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 sebesar Rp102,7 miliar. Total emisi seluruh surat utang tersebut belum termasuk kupon mencapai Rp2,57 triliun.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TransJakarta Diminta Tindak Tegas Sopir JakLingko yang Tabrak Lansia
• 9 jam lalu
0
thumb
Pramono Segera Sambungkan JPO ‘Love-Hate Relationship’ di Rasuna Said
• 20 jam lalu
0
thumb
Polisi Usut Dugaan Pidana Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung
• 8 menit lalu
0
thumb
Thailand Selangkah Lagi ke Semifinal Piala AFF 2026, Filipina Hadapi Laga Hidup-Mati kontra Malaysia
• 12 jam lalu
0
thumb
KPK sebut ada tiga sprindik pengembangan kasus KPP Banjarmasin
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.