NYON, KOMPAS.TV - Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berencana menggugat FIFA atas rencana penjualan saham Piala Dunia. UEFA pun menyurati FIFA agar barang bukti potensial tidak dihancurkan selama langkah hukum dipertimbangkan.
Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham Piala Dunia telah dibatalkan sejak Sabtu (1/8/2026) usai ditentang secara luas oleh dunia sepak bola.
Sebelumnya, Infantino berencana mengandeng investor swasta, termasuk firma milik keluarga menantu Presiden AS Donald Trump, Jarred Kushner, untuk menjual saham Piala Dunia.
Baca Juga: Pejabat Senior FIFA Mengundurkan Diri Buntut Rencana Infantino Jual Saham Piala Dunia
UEFA bersama AFC dan CONCACAF kemudian menentang rencana tersebut secara terbuka. UEFA bahkan mengancam seluruh anggotanya akan memboikot agenda FIFA jika propoal tidak dibatalkan.
Dalam surat kuasa hukum UEFA terhadap FIFA, badan sepak bola Eropa tersebut mengaku secara efektif mempertimbangkan gugatan "hukum, arbitrase, dan/atau pengaduan terkait regulasi" sehubungan rencana menjual Piala Dunia.
Surat tersebut menuntut 18 anggota eksekutif FIFA untuk menyimpan data, dokumen, atau pesan elektronik sebagai bukti potensial.
"UEFA mengirim pemberitahuan resmi bahwa setiap penghancuran, penghapusan, perubahan, penyembunyian, atau hilangnya material-material yang relevan setelah penerimaan pemberitahuan, atau pada waktu lebih awal ketika Anda memahami, atau secara wajar seharusnya memahami, bahwa tindakan hukum akan dilakukan, dapat dianggap sebagai perusakan barang bukti," demikian isi surat UEFA dikutip AP, Senin (3/8).
Baca Juga: Hasil Persebaya vs Arema 1-0: Bajul Ijo Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- uefa berencana gugat fifa
- gianni infantino
- fifa
- rencana jual piala dunia
- uefa






Komentar (0)