Liputan6.com, Jakarta - Institut Media Digital EMTEK (IMDE) kembali melanjutkan rangkaian Lomba Ide Cerita Film Vertikal melalui kegiatan “Mentoring Session-Masterclass Vertical Short Film” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Kamis 30 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan TB Elvan, sutradara, sinematografer, sekaligus alumni IMDE, untuk membekali para finalis dalam mengembangkan karya film vertikal yang siap diproduksi.
Masterclass ini merupakan tahapan lanjutan dari kompetisi yang diselenggarakan oleh IMDE bersama Frans Seda Foundation, serta didukung oleh Superbank dan Vidio.com. Sebelumnya, sebanyak 20 tim terpilih telah mengikuti proses pitching dengan mempresentasikan konsep cerita, pendekatan visual, serta rencana produksi film mereka.
Advertisement
Dari proses tersebut, dewan juri menetapkan lima ide cerita terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap mentoring, yaitu “Hik Hik Ya” dari SMKN 1 Klaten, “7 Harian” dari SMKN 65 Jakarta, “Biru di Ujung Kelabu” dari SMK Immanuel 2 Kubu Raya, Kalimantan Barat, “Pintu Seberang Pagar” dari MAN 2 Tulang Bawang, Lampung, serta “Lonceng Anjelus” dari SMK Santa Maria Monte Carmelo, Maumere, Nusa Tenggara Timur.
Mengawali kegiatan, Rektor Institut Media Digital EMTEK (IMDE), Totok A. Soefijanto, Ed.D, menyampaikan apresiasi kepada lima finalis yang berhasil lolos dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa menjadi finalis bukanlah akhir kompetisi, melainkan awal untuk mewujudkan ide menjadi film vertikal pendek yang berkualitas.
Totok mengatakan, IMDE bersama Vidio berkomitmen mendampingi para peserta melalui proses mentoring bersama praktisi industri agar mampu menghasilkan karya terbaik yang siap ditampilkan di tingkat nasional. Ia juga mengapresiasi para mentor yang telah berbagi pengalaman sebagai bentuk kontribusi dalam mencetak talenta kreatif Indonesia.
Menurutnya, tema kompetisi yang mengangkat kebersamaan dan harmonisasi terinspirasi dari “Terowongan Silaturahmi” yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Melalui kompetisi ini, ia berharap para peserta tidak hanya menghasilkan karya berkualitas, tetapi juga menyampaikan pesan persatuan, toleransi, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.





Komentar (0)