TrendAI Perkuat Infrastruktur Pusat Data di Indonesia, Dukung AI dan Kepatuhan UU PDP

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

TrendAI™ memperkuat komitmennya di pasar Indonesia dengan meluncurkan pusat data lokal sebagai basis hosting platform keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI), TrendAI Vision One™, yang telah beroperasi sejak 1 Juli 2026.

Pusat data ini menjadi fasilitas regional ke-12 TrendAI™ secara global dan dihadirkan untuk mendukung kebutuhan residensi data, meningkatkan ketahanan siber, sekaligus mempercepat transformasi digital yang aman di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap kepatuhan regulasi, terutama setelah penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan berbagai ketentuan terkait keamanan siber serta lokalisasi data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui infrastruktur lokal ini, TrendAI™ menyasar berbagai sektor yang memiliki regulasi ketat, mulai dari instansi pemerintah, industri jasa keuangan, telekomunikasi, hingga sektor infrastruktur kritikal yang membutuhkan pemrosesan data di dalam negeri.

Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, menilai investasi teknologi yang mendukung pemrosesan data lokal menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan siber nasional.

"Seiring percepatan ekonomi digital Indonesia, memastikan ketahanan siber nasional dan perlindungan terhadap infrastruktur data kritis menjadi hal yang sangat penting. Kami menyambut investasi teknologi strategis yang memprioritaskan pemrosesan data secara lokal dan selaras dengan strategi siber nasional Indonesia," ujar Slamet.

Menurutnya, inisiatif yang mendukung residensi data lokal akan membantu sektor publik maupun swasta mengadopsi teknologi digital secara lebih aman sekaligus menjaga integritas serta kerahasiaan data nasional.

Baca Juga: KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina

Sejalan dengan Transformasi Menjadi TrendAI

Peluncuran pusat data lokal ini juga menjadi bagian dari transformasi global perusahaan setelah unit bisnis enterprise Trend Micro berganti nama menjadi TrendAI™ pada Maret 2026.

Rebranding tersebut menandai fokus perusahaan dalam menghadirkan platform keamanan siber berbasis AI melalui TrendAI Vision One™, yang mengintegrasikan berbagai fungsi keamanan, mulai dari pengelolaan risiko siber, operasi keamanan, hingga deteksi ancaman berbasis AI dalam satu platform.

Country Manager TrendAI™ Indonesia Fetra Syahbana mengatakan kehadiran pusat data lokal merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung kebutuhan bisnis di Indonesia yang semakin bergantung pada teknologi AI.

"Peluncuran infrastruktur lokal kami menjadi representasi identitas baru kami sebagai TrendAI™. Kami ingin menghadirkan platform AI kelas dunia lebih dekat dengan pelanggan di Indonesia sekaligus membantu perusahaan memenuhi persyaratan residensi data dan regulasi yang semakin ketat," ujar Fetra.

Data Disimpan Sepenuhnya di Indonesia

Salah satu keunggulan utama implementasi ini adalah seluruh data akun pelanggan serta telemetri keamanan TrendAI Vision One™ untuk pelanggan Indonesia diproses dan disimpan di dalam negeri.

TrendAI™ juga memastikan proses pencadangan (backup) dan pemulihan bencana (disaster recovery) dilakukan sepenuhnya di Indonesia.

Menurut perusahaan, model tersebut membantu organisasi memenuhi ketentuan UU PDP maupun regulasi OJK tanpa kehilangan akses terhadap intelijen ancaman global yang dimiliki TrendAI™.

Perusahaan menegaskan implementasi pusat data lokal merupakan kapabilitas tambahan bagi pelanggan di Indonesia. Pelanggan eksisting tidak diwajibkan melakukan migrasi, sementara tanggung jawab kepatuhan terhadap regulasi tetap berada pada masing-masing organisasi.

Baca Juga: Kecerdasan Buatan Jadi Indikator Terpenting dalam Revolusi Teknologi Modern

Hadirkan Deteksi Ancaman Berbasis AI dengan Latensi Rendah

Melalui pusat data lokal, pelanggan tetap memperoleh seluruh kemampuan TrendAI Vision One™, termasuk Cyber Risk Exposure Management (CREM), Security Operations, hingga threat hunting berbasis AI.

Selain meningkatkan kecepatan layanan melalui latensi yang lebih rendah, infrastruktur tersebut juga dilengkapi berbagai fitur keamanan, seperti deteksi dan respons berbasis AI yang didukung intelijen ancaman global, arsitektur zero trust, sistem enkripsi menyeluruh, serta infrastruktur dengan tingkat ketersediaan tinggi (high availability).

TrendAI™ menilai kehadiran pusat data lokal menjadi langkah strategis seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap keamanan siber dan kepatuhan regulasi. Dengan infrastruktur tersebut, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi AI sekaligus memastikan data penting tetap berada dan diproses di Indonesia tanpa mengurangi akses terhadap ekosistem intelijen ancaman global.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ingin Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan dengan Thailand
• 19 jam lalu
0
thumb
12 Istilah Menyusui yang Perlu Diketahui Orang Tua
• 12 jam lalu
0
thumb
Nadeo Argawinata Jadi Sorotan usai Timnas Indonesia Dilibas Vietnam, Pengamat: Jangan Hanya Salahkan Kiper
• 9 jam lalu
0
thumb
Tim 9 Kejagung Harus Segera Ungkap Pemilik Emas 74 Kg dan Uang Rp 476 M yang Disita dari Febrie Adriansyah
• 18 jam lalu
0
thumb
Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Polewali Mandar yang Tewaskan Tiga Orang
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.