Kemenkes Temukan 2,2 Juta Remaja Miliki Tekanan Darah di Atas Normal

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) menemukan sekitar 2,2 juta usia sekolah dan remaja memiliki tekanan darah di atas normal.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang, menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh berdasarkan data CKG.

"Data itu namanya tekanan darah di atas normal ya. Belum diagnosis darah tinggi, tapi tekanan darahnya itu di atas seharusnya. Seperti kalau kita dewasa kan harusnya 120/80, kita anggap hipertensi itu kalau 140/90," kata Endang di Kantor Kementerian Kesehatan, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: 4 Minuman yang Aman Dikonsumsi Malam Hari oleh Penderita Gula Darah Tinggi

Endang menjelaskan, penentuan diagnosis hipertensi pada anak harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Sementara itu, pemeriksaan dalam program CKG saat ini masih dilakukan di sekolah.

Selain itu, hasil CKG juga menemukan 441.000 kasus gizi kurang, 243.000 gangguan penglihatan, dan 166.000 kasus anemia pada remaja.

Pada kelompok bayi baru lahir, pemerikam CKG menemukan 43.000 kasus berat badan lahir sangat rendah serta 27.000 bayi yang berisiko mengalami penyakit jantung bawaan kritis.

"Kekurangan enzim G6PD 2.100 kasus, Risiko kelainan SHK (kekurangan hormon froid) 1.800 Risiko kelainan HAK (kekurangan hormon adrenal) sebanyak 1.200 kasus," ujar Endang.

Baca juga: Dokter Temukan 2 Olahraga yang Turunkan Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu 24 Jam

Sementara pada kelompok balita dan anak prasekolah, temuan terbanyak adalah gigi berlubang (karies) sebanyak 796.314 kasus.

Selain itu, ditemukan 191.904 anak dengan riwayat imunisasi yang belum lengkap, 146.000 kasus gizi kurang, 13.344 kasus terduga tuberkulosis (TBC), serta 7.100 kasus anemia.

Adapun pada kelompok usia dewasa, hasil CKG menunjukkan banyak masyarakat yang kurang melakukan aktivitas fisik, mengalami obesitas sentral, gigi karies, prehipertensi, hingga pradiabetes.

Baca juga: Peneliti Sebut Kedelai dan Kacang-kacangan Bantu Turunkan Risiko Darah Tinggi

Sementara pada kelompok lanjut usia (lansia), temuan yang mendominasi meliputi kurang aktivitas fisik, kehilangan gigi, obesitas sentral, prehipertensi, dan diabetes.

Endang mengatakan, hasil CKG menunjukkan masih besarnya tantangan dalam mendeteksi penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

Menurut dia, penyakit seperti jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal perlu dicegah sejak dini dengan mengendalikan hipertensi, diabetes, serta kadar lemak darah.

"Karena kita mau mencegah kematian pada usia yang masih relatif muda. Penyebab utama kematian kita masih penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, dan lainnya. Itu yang ingin kita cegah," kata Endang.

Baca juga: Hasil CKG Siswa, Qodari Terkejut 663.000 Anak Alami Tekanan Darah Tinggi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap data kenaikan jumlah masyarakat yang mengikuti program cek kesehatan gratis (CKG) sepanjang 2026.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[Foto] Potret Pagar Besi di Pusat Perbelanjaan yang tengah jadi Sorotan Publik
• 9 jam lalu
0
thumb
Banjir Terjang Tapanuli Tengah akibat Tanggul Sungai Jebol, 150 Warga Mengungsi
• 6 jam lalu
0
thumb
TPS Liar yang Terbakar di Kramat Jati Jaktim Akan Dijadikan Waduk
• 4 jam lalu
0
thumb
Belum Terima Surat Panggilan, Pengelola SixNine Siap Beri Keterangan soal Penebangan Pohon
• 12 jam lalu
0
thumb
MONDIAL dan Nicholas Saputra Hadirkan Koleksi Baru Precious Fire
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.