Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memastikan pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan bukan disebabkan oleh krisis pasokan energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, gangguan tersebut berkaitan dengan proses pemeliharaan pembangkit dan jaringan kelistrikan yang tengah dilakukan PT PLN (Persero).
“Oh, menurut informasi dari PLN, itu terkait dengan pemeliharaan, ya. Bukan persoalan energinya, energinya enggak ada masalah.” kata Bahlil, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).
Ia menjelaskan, selain proses pemeliharaan, PLN juga melaporkan adanya kendala pada sistem jaringan yang turut memengaruhi keandalan pasokan listrik di sejumlah wilayah.
“Jadi ada pemeliharaan yang terjadi, bahkan ada beberapa konon cerita dari PLN bahwa terkait dengan jaringannya juga, ya. Oke. Tapi kami akan selesaikan waktu dekat,” ujarnya.
Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Iwan Soelistijno.
Menurutnya, pemadaman terjadi karena tiga pembangkit besar di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah secara bersamaan menjalani perbaikan sehingga mengurangi kapasitas pasokan listrik ke sistem.
Di PLTU SLK Gunung Mas Kalimantan Tengah, satu unit pembangkit berkapasitas 100 megawatt (MW) masih dalam tahap pemulihan dan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026.
Sementara itu, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Tabalong telah mengoperasikan kembali Unit 2 berkapasitas 100 MW sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.
Adapun di PLTU Asam-Asam, Kalimantan Selatan, proses perbaikan masih berlangsung. Unit 3 berkapasitas 54 MW masih dalam tahap pemulihan, sedangkan Unit 2 juga masih menjalani perbaikan.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin optimistis pemadaman bergilir dapat dihentikan mulai 5 Agustus 2026 seiring mulai pulihnya sejumlah pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan.
“Insya Allah mulai awal Agustus kita tidak ada pemadaman, tetapi kita masih siaga,” kata Muhidin.
Meski demikian, Muhidin memperkirakan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah baru akan kembali normal sepenuhnya setelah pemulihan PLTU Asam-Asam selesai pada akhir Agustus 2026. (agr/dpi)





Komentar (0)