Premi Asuransi Umum Turun 3,34%, Industri Diselamatkan Asuransi Jiwa

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Premi asuransi umum dan reasuransi masih mengalami tekanan hingga pertengahan 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi pada segmen tersebut turun 3,34% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp76,15 triliun per Juni 2026, sehingga menahan laju pertumbuhan industri asuransi secara keseluruhan.

Di tengah pelemahan tersebut, industri asuransi komersial masih mampu mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 2,84% yoy menjadi Rp170,98 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh lonjakan premi asuransi jiwa yang tumbuh 8,40% menjadi Rp94,83 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pendapatan premi industri hingga Juni 2026 masih mencatatkan pertumbuhan meski tidak merata di seluruh lini bisnis.

"Adapun kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Juni 2026 mencapai Rp170,98 triliun atau tumbuh 2,84% year on year," ujar Ogi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juli 2026, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kinerja asuransi jiwa yang masih mencatatkan ekspansi positif.

"Premi asuransi jiwa tumbuh 8,40% year on year dengan nilai sebesar Rp94,83 triliun dan premi asuransi umum dan reasuransi sedikit terkontraksi sebesar 3,34% year on year dengan nilai sebesar Rp76,15 triliun," katanya.

Kontraksi premi asuransi umum menunjukkan pemulihan di segmen tersebut belum merata. Pelemahan itu juga membatasi pertumbuhan premi industri secara keseluruhan, meski bisnis asuransi jiwa terus menunjukkan tren positif.

Di sisi lain, kondisi permodalan industri asuransi masih berada pada level yang kuat.

OJK mencatat rasio solvabilitas atau risk-based capital (RBC) industri asuransi jiwa mencapai 461,94%, sedangkan RBC asuransi umum dan reasuransi berada di level 318,52%. Kedua angka tersebut masih jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%.

Baca Juga: Bos OJK Ungkap Aset Asuransi Tembus Rp1.184,7 Triliun, RBC Tembus 461%

Baca Juga: Premi Asuransi Umum Lesu, AAUI Sebut Masalahnya Bukan Sekadar Ekonomi

Baca Juga: Penetrasi Asuransi RI Baru 2,7% dari PDB, DAI Sebut Masih Kalah Jauh dari Malaysia

Selain itu, total aset industri asuransi komersial tercatat sebesar Rp967,75 triliun hingga akhir Juni 2026 atau meningkat 2,97% dibandingkan Rp939,88 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Ogi menegaskan, secara umum kondisi industri perasuransian masih terjaga meski menghadapi tekanan pada sebagian segmen usaha.

"Kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun atau PPDP secara umum tetap stabil dan terjaga," ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jenazah Mahasiswa Tertinggal saat Transit, 2 Pengantar Kebingungan di Larantuka
• 3 jam lalu
0
thumb
Meriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia Shopping Festival Kembali Digelar Tahun Ini
• 4 jam lalu
0
thumb
Piala AFF 2026: John Herdman Beberkan Penyebab Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Vietnam
• 7 jam lalu
0
thumb
Pengancaman dan Penutupan Akses Rumah di Jeneponto Picu Laporan Polisi
• 9 menit lalu
0
thumb
Rizky Ridho Akui Kesalahan Fatal Jadi Biang Kekalahan Indonesia dari Vietnam
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.