JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian I Agustus 2026 atau periode 1-10 Agustus 2026.
Dalam peringatan tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami kekeringan dengan tingkat risiko mulai dari waspada, siaga, hingga awas.
Melalui akun Instagram resminya, @infobmkg, BMKG menyebutkan saat ini sekitar 74 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan meteorologis, terutama di wilayah yang sudah lama tidak turun hujan dengan intensitas memadai.
Sejumlah provinsi di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah dengan tingkat kewaspadaan tertinggi atau kategori awas.
Masyarakat di daerah terdampak itu diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkurangnya ketersediaan air.
Baca Juga: Super El Nino Resmi Terbentuk, Indonesia Berpotensi Alami Kekeringan Lebih Parah dari 2023
Wilayah Kategori Awas
BMKG menetapkan beberapa kabupaten dan kota di tujuh provinsi berikut masuk kategori awas kekeringan meteorologis:
- Jawa Barat
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kategori awas menunjukkan wilayah tersebut berpotensi mengalami dampak kekeringan yang lebih serius sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi sejak dini.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Bmkg
- Kekeringan
- Awas kekeringan
- Awas kekeringan 7 provinsi






Komentar (0)