Bareskrim Bongkar Sindikat Kurir Narkoba di Bakauheni, Sita 2,69 Kg Sabu

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar sindikat narkoba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Dalam aksinya, para kurir menggunakan modus 'sniper darat' untuk memantau aktivitas razia petugas guna meloloskan barang haram tersebut.

Total tiga orang ditangkap dalam pengungkapan kasus ini, yakni Holil (46), Faisol (34), dan Hatnari alias Ari (38). Petugas juga menyita barang bukti 2,69 kilogram sabu yang dikemas dalam 11 bungkus lakban hitam.

"Pada hari Rabu, tanggal 22 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, tim mencurigai satu orang yang bernama Holil terlihat merekam kegiatan Ops KRYD Seaport Bakauheni, kemudian petugas mengamankan dan menginterogasi orang tersebut," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Dari hasil interogasi, terungkap bahwa Holil berperan sebagai 'sniper darat'. Dia ditugaskan oleh seorang pengendali bernama Herman untuk memantau situasi keamanan di pelabuhan.

Baca juga: Polres OKI Salurkan Kursi Roda untuk Tokoh Masyarakat di Kayuagung

Holil bahkan sempat membeli tiket kapal eksekutif untuk menyeberang ke Merak dan kembali lagi ke Bakauheni demi memastikan jalur aman bagi kurir pembawa sabu.

"Petugas memeriksa handphone milik Holil kemudian tim menemukan bukti bahwa Holil menjadi sniper darat," ujar Eko.

Berbekal keterangan Holil, tim kemudian bergerak melakukan pengembangan ke homestay OYO Kalianda pada Kamis (23/7), pukul 01.30 WIB. Di lokasi tersebut, polisi meringkus Faisol dan Hatnari.

"Tim bergerak ke homestay OYO Kalianda untuk mengamankan Faisol dan Hatnari dengan barang bukti sabu sekitar 11 bungkus kurang lebih 2.690 gram," ungkap Eko.

Tersangka Hatnari mengaku mendapatkan sabu tersebut dari dua orang penyedia di Malaysia bernama Asep dan Anton. Hatnari yang sebelumnya merupakan pekerja serabutan di Malaysia dijanjikan upah Rp 30 juta untuk sekali pengiriman ke Surabaya.

Baca juga: Komisi II DPR Ungkap Rencana Relaksasi Keuangan Bantu Pemda Gaji ASN-PPPK

Dia berangkat dari Klang, Selangor, menggunakan kapal bot ilegal menuju Dumai, Riau. Dari Dumai, dia menempuh jalur darat menggunakan kendaraan travel ke Padang, lalu bus menuju Jakarta.

Namun, saat sampai di Lampung Tengah, dia diperintahkan turun oleh pengendali karena situasi dianggap tidak aman, sebelum akhirnya bertemu dengan Faisol di Kalianda.

Sementara itu, Holil dan Faisol dijanjikan upah jutaan rupiah oleh Herman untuk menjalankan tugas sebagai pemantau jalur.

"Holil dan Faisol mendapatkan tawaran pekerjaan dari Herman menjadi 'sniper darat' dari Bakauheni ke Merak mendapatkan upah uang tunai sebesar Rp 2.500.000 untuk upah Holil dan Rp 2.000.000 untuk upah Faisol," imbuh Eko.

"Kemudian, setelah pekerjaan berhasil akan diberikan upah sebesar Rp 5.000.000 namun tidak mengetahui pastinya total keseluruhan upah atau tinggal sisanya saja nanti yang diberikan Herman," sambungnya.

Baca juga: ASN BPK Tersangka Kasus Suap Ajukan Praperadilan Lawan KPK

Dalam operasi ini, polisi menyita 2,6 kg sabu. Eko menyatakan pengungkapan ini telah menyelamatkan sekitar 13.450 jiwa dari bahaya narkoba.

Saat ini, polisi masih mengejar tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO), yakni Herman serta Asep dan Anton. Sementara ketiga tersangka yang telah ditangkap beserta barang bukti telah diamankan di Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut.




(ond/ygs)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan dan Pelecehan Karyawan Koperasi di Tangerang
• 21 jam lalu
0
thumb
Kedubes Iran Balas Pidato Prabowo: Pemimpin Kami Haramkan Senjata Nuklir
• 21 jam lalu
0
thumb
KPK Geledah Imigrasi Jaksel Terkait Kasus Silmy Karim
• 1 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan Bright Gas Melalui Kompetisi Memasak Nasional
• 1 jam lalu
0
thumb
Lindungi Pesisir Pelalawan, Polda Riau Gelar Ekspedisi Merah Putih Presisi
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.