Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan lapangan alternatif bagi “Liga Aspal” di Menteng Jaya, Jakarta Pusat, setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) melarang penggunaan lahan di sisi rel kereta untuk bermain sepak bola.
Pramono mengatakan, pihaknya menghormati keputusan KAI karena area tersebut merupakan kewenangan perusahaan.
“Yang berikutnya lapangan Liga Aspal. Ini kan kewenangan sepenuhnya sebenarnya di KAI. Saya sangat menghormati apa yang menjadi kebijakan KAI,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).
Namun, menurutnya, kebutuhan ruang olahraga bagi masyarakat, khususnya anak-anak, tetap harus difasilitasi pemerintah.
“Tetapi bagaimana pun anak-anak di Jakarta ini kan juga butuh sarana untuk olahraga. Maka saya sudah memutuskan untuk RPTRA Borobudur maupun Lapangan Sepak Bola Borobudur yang tidak jauh dari tempat itu kami akan sempurnakan, akan kami izinkan digunakan. Kalau memang Liga Aspal tidak bisa digunakan lagi, mereka bisa memakai lapangan itu,” ujarnya.
Pramono mengungkapkan, saat ini Jakarta memiliki sekitar 47 fasilitas lapangan sepak bola. Dari jumlah tersebut, 14 merupakan stadion, sedangkan sekitar 33 lainnya merupakan lapangan yang tersebar di tengah masyarakat.
Ia telah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kualitas sejumlah fasilitas olahraga tersebut agar lebih mudah dimanfaatkan warga.
“Beberapa saya sudah perintahkan untuk dilakukan penyempurnaan supaya masyarakat akan lebih mudah untuk bisa berolahraga,” ucapnya.
Secara khusus, Pramono memastikan RPTRA Borobudur dan Lapangan Sepakbola Borobudur akan menjadi alternatif bagi “Liga Aspal” apabila lahan yang selama ini mereka gunakan tidak lagi dapat dipakai.
“Tetapi secara khusus untuk yang di Liga Aspal, karena memang KAI sudah memutuskan itu, maka salah satu alternatif yang kami lakukan adalah menggunakan RPTRA Borobudur atau Lapangan Borobudur boleh digunakan untuk Liga Aspal tadi,” katanya.
KAI Larang Lahan Dipakai ‘Liga Aspal’
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menegaskan area Right of Way (ROW) atau ruang milik jalur kereta api tidak boleh digunakan untuk bermain sepak bola maupun aktivitas masyarakat lainnya.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan seluruh area di sisi jalur rel merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian yang diperuntukkan bagi operasional, pemeliharaan, inspeksi, serta pengembangan prasarana.
Menurutnya, berdasarkan hasil kajian keselamatan, aktivitas olahraga maupun kegiatan masyarakat di kawasan tersebut memiliki risiko tinggi terhadap pemain, penonton, hingga perjalanan kereta api.
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Area ROW adalah ruang milik jalur kereta api yang hanya diperuntukkan bagi kepentingan operasional perkeretaapian, termasuk pemeliharaan, inspeksi, dan pengembangan prasarana,” kata Franoto dalam keterangan yang diterima kumparan, Minggu (2/8).
“Berdasarkan hasil kajian keselamatan, aktivitas seperti bermain sepak bola maupun kegiatan masyarakat lainnya di area tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap pemain, penonton, maupun perjalanan kereta api. Karena itu, penggunaannya tidak dapat kami izinkan,” sambungnya.
Fenomena “Liga Aspal” sendiri menjadi perhatian publik karena warga Menteng Jaya memanfaatkan jalan aspal sebagai lapangan sepak bola akibat minimnya ruang terbuka dan lapangan olahraga di lingkungan mereka. Warga juga sempat mengusulkan pemanfaatan lahan kosong milik KAI di dekat permukiman sebagai lapangan, namun usulan tersebut tidak mendapat persetujuan.






Komentar (0)