Mendag Yakin Neraca Perdagangan Surplus Lagi Jika Harga Minyak Turun

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meyakini neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus secara bulanan seiring mulai stabilnya harga minyak dunia.

"Kami optimistis kalau harga minyak ini mulai stabil, nanti Juni-Juli, karena kan angkanya nanti baru Juli, mudah-mudahan surplus ya untuk bulanannya. Tapi kalau year on year-nya atau kumulatif, Januari-Juli ya optimistis makin surplus," ucapnya di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Budi mengatakan, kinerja ekspor Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pada periode Januari-Juni 2026, ekspor Indonesia tercatat meningkat 3,9 persen, dengan neraca perdagangan secara kumulatif masih membukukan surplus sebesar USD3,58 miliar.

"Ekspor kita ini kan tetap bertumbuh, Januari-Juni kan kita ekspor naik 3,9 persen," ujar Budi.

Ia menjelaskan, neraca perdagangan Indonesia sempat mengalami defisit pada Mei dan Juni 2026. Namun, nilai defisit tersebut mulai mengalami penurunan, dari sebelumnya USD1,6 miliar pada Mei menjadi USD0,45 miliar pada Juni.

"Memang bulan ini, Juni itu kan kita defisit USD0,45 miliar, kemudian Mei kemarin kan USD1,6 miliar. Artinya defisitnya udah mulai turun, ekspor kita surplusnya juga meningkat," kata dia.

Baca Juga :

Neraca Perdagangan Masih Surplus USD3,58 Miliar pada Januari-Juni 2026


(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Dampak kenaikan harga minyak dunia Budi menilai, apabila tidak memperhitungkan dampak kenaikan harga minyak dunia, neraca perdagangan Indonesia sebenarnya masih berada dalam kondisi surplus. Lonjakan harga minyak pada Maret-April yang sempat menembus USD100 hingga USD110 per barel menjadi faktor yang menekan kinerja perdagangan.

"Padahal sebelumnya kan di bawah 100 (dolar AS). Jadi sebenarnya kalau kita hitungan angka harga minyak, Mei-Juni itu kita surplus sebenarnya," kata dia.

Selain itu pihaknya juga terus mendorong peningkatan ekspor ke Thailand. Budi menyebut penguatan perdagangan kedua negara akan dilakukan melalui peningkatan volume ekspor serta diversifikasi produk. Menurutnya, hubungan perdagangan Indonesia-Thailand memiliki peluang besar karena kedua negara memiliki produk yang saling melengkapi.

"Jadi diversifikasi dan volume yang sudah ada akan kita tingkatkan," kata Budi.

Ia menambahkan, karakter perdagangan yang saling membutuhkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara karena berpotensi mengurangi hambatan perdagangan. Surplus neraca perdagangan Januari-Juni 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus senilai USD3,58 miliar pada periode Januari-Juni 2026.

“Sepanjang Januari-Juni 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar USD3,58 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Ateng merinci surplus sepanjang semester pertama 2026 terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas sebesar USD19,35 miliar. Sementara untuk komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD15,77 miliar.
in:sent epi. Tekan tab untuk menyisipkan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Kapal Terus Berulang, Waka Komisi V DPR: Indikator Rapuhnya Keselamatan Pelayaran Nasional
• 13 jam lalu
0
thumb
Purbaya: Anggaran MBG Tembus Rp 101,1 Triliun, Jangkau 63,13 Juta Penerima
• 16 jam lalu
0
thumb
Arti Mimpi Ular, Mulai dari Perubahan Hidup hingga Masa Lalu yang Belum Selesai
• 17 jam lalu
0
thumb
Magang Nasional 2026 Perkuat Kesiapan Fresh Graduate Masuk Dunia Kerja
• 9 jam lalu
0
thumb
"Selama Ini Anak Bilangnya Cuma Mau Sekolah", Tangis Awang Saat Putranya Bisa Masuk SD
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.