Kecelakaan Kapal Terus Berulang, Waka Komisi V DPR: Indikator Rapuhnya Keselamatan Pelayaran Nasional

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Kecelakaan Kapal Terus Berulang, Waka Komisi V DPR: Indikator Rapuhnya Keselamatan Pelayaran NasionalNasional | sindonews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:31Dengarkan Berita

Deretan musibah kecelakaan kapal penumpang yang melanda perairan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memicu keprihatinan mendalam dari parlemen. Berulangnya insiden tragis yang merenggut banyak korban jiwa dan korban hilang dinilai menjadi sinyal kuat masih lemahnya tata kelola dan sistem keselamatan pelayaran nasional.

“Kami menilai terus berulangnya kecelakaan kapal penumpang dalam beberapa waktu terakhir sebagai indikator rapuhnya manajamen keselamatan pelayaran di Indonesia. Situasi ini tentu sangat memprihatinkan mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tingkat pelayaran tinggi,” ujar Wakil Ketua (Waka) Komisi V DPR Syaiful Huda, Selasa (8/8/2026).

Baca juga: Update KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 41 Penumpang Masih Hilang

Baca Juga:Menhut Akui Terima Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Harusnya Lapor!

Untuk diketahui KMP Mutiara Sentosa II baru saja terbakar di perairan utara Sumenep. Upaya evakuasi besasr-besaran dilakukan Kapal yang mengangkut 271 orang tersebut. Sejauh ini diketahui 5 orang meninggal serta 41 orang masih dalam pencarian. Sebelumnya KLM Nurul Salsa tenggelam di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 26 Juli 2026. Akibatnya 4 orang meninggal dunia dan 14 orang hilang.

Huda mengatakan tingginya korban tewas dan hilang merupakan hal yang tidak bisa ditoleransi. Menurutnya negara harus menjamin keselamatan nyawa warga yang menggunakan moda transportasi laut. "Banyaknya korban yang tewas dan hilang dalam waktu berdekatan ini menunjukkan ada masalah fundamental dalam manajemen keselamatan pelayaran kita,” tegasnya.

Dia mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melakukan audit keselamatan secara menyeluruh dan independen terhadap seluruh armada kapal penumpang serta operator pelayaran yang beroperasi di Indonesia. Audit tersebut mencakup kelaikan kapal, kesiapan alat pemadam kebakaran, kepatuhan prosedur evakuasi, hingga verifikasi validitas manifest penumpang.

Baca juga: 5 Orang Tewas Akibat Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Madura

“Kasus KLM Nurul Salsa misalnya ada ketidaksesuaian jumlah penumpang di manifest yang hanya 45 orang sedangkan fakta lapangan lebih dari 70 orang. Kami meyakini modus seperti ini banyak terjadi dan sangat berbahaya,” katanya.

Baca Juga:Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok

Ketua DPP PKB ini mendorong Pemerintah Indonesia untuk mencontoh praktik manajemen keselamatan pelayaran dari negara-negara maju berbasis kepulauan, seperti Jepang (Japan Coast Guard) dan Selandia Baru (Maritime New Zealand). Menurutnya di negara-negara berbasis kepulauan tersebut menerapkan tiga pilar utama untuk menekan kecelakaan laut.

“Pertama tidak ada kapal yang diizinkan berlayar tanpa sistem e-ticketing terintegrasi data kependudukan. Kedua audit kelaikan pelayaran dilakukan tanpa toleransi, dan peta risiko pelayaran berbasis cuaca dan navigasi digital yang terintegrasi antar instansi,” ujarnya.

Huda mengatakan Komisi V berencana memanggil Kementerian Perhubungan dan pihak terkait guna meminta evaluasi total atas rentetan musibah pelayaran ini. Menurutnya perlu ada kepastian jaminan perlindungan keselamatan masyarakat dalam sistem pelayaran nasional. “Langkah ini juga menjadi upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap moda transportasi laut nasional,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bidik Pasar Pelancong, Chocomory Perluas Jaringan Ritel di Rest Area Tol
• 7 jam lalu
0
thumb
Pramono Terima Gubernur Koster, Bahas Obligasi Daerah-Creative Financing
• 1 jam lalu
0
thumb
KAI Logistik Layani Lebih dari 90 Ribu Hewan Peliharaan pada Semester I 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Hamas Siap Lucuti Senjata, Tapi Israel Malah Lancarkan Serangan Besar!  Perdamaian Kembali Terancam?
• 5 jam lalu
0
thumb
Kapten Persib Adam Alis Enggan Remehkan Persija di Piala Presiden 2026, Waspadai Lemparan Pratama Arhan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.