Grup band FrequenTs memulai debut mereka di industri musik melalui single perdana berjudul Confession. Lewat single tersebut, grup yang beranggotakan Farell (vokal), Sheva (bass), dan Reimon (drum), ini mengusung genre post-rock.
Tak hanya mengandalkan struktur lagu yang konvensional, grup band itu berusaha menonjolkan permainan dinamika serta ruang antar nada dari setiap karyanya. Buat sebuah karya debutan, FrequenTs cukup matang dalam membangun atmosfer di single Confession.
Vokal Farell juga berpadu serasi dengan suasana sunyi yang cukup menekan di hampir sepanjang single itu. Putra dari vokalis Radja, Ian Kasela, itu berusaha menampilkan kesan melankolis namun tak berlebihan.
FrequenTs Bicara soal Penyesalan dan Rasa BersalahSementara itu, dari sisi lirik, "Confession" mengangkat tema tentang penyesalan dan rasa bersalah yang terus menerus membayangi seseorang setelah ia mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan kekasihnya. Lagu ini menjadi semacam ruang pengakuan atas kesalahan yang tidak sempat diutarakan saat masih ada kesempatan.
Namun ironisnya, permintaan maaf yang tertuang dalam setiap baris lirik tersebut kini tak lagi memiliki tempat untuk dituju, karena sosok yang menjadi sasaran pengakuan itu telah tiada di sisinya. Ada kesedihan yang tertahan di sana, tetapi juga penerimaan yang pelan-pelan terbentuk.
Meski sudah memulai debutnya, FrequenTs menunjukkan bahwa mereka tidak terburu-buru ingin menarik perhatian. Confession dinilai sebagai sebuah pernyataan sikap. Bukan sekadar upaya komersial.
Saat ini, Confession juga sudah bisa didengarkan dan tersedia di berbagai layanan streaming digital, seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.






Komentar (0)