Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Jawa Timur, siaga penuh untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan di Gunung Bromo, tepatnya di Blok Bantengan yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Selasa.
"Kondisi pagi tadi api menyala lagi, berdasarkan informasi yang kami dapat dari petugas TNBTS," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief saat dihubungi telepon selulernya.
Pihaknya bersama BPBD Jawa Timur, TNI/ Polri, masyarakat, dan relawan dibawah koordinasi TNBTS berusaha untuk mencegah kebakaran hutan di kawasan Blok Bantengan meluas.
Baca juga: BPBD Jatim berjibaku padamkan api di Gunung Bromo
Baca juga: Turis ke Bromo diminta waspadai kebakaran hutan saat kemarau
Petugas melakukan pemantauan, pembuatan sekat, dan menyiapkan peralatan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan kebakaran di kawasan TNBTS tersebut meluas.
"Tim juga naik ke Bukit Sariwani di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, untuk mengantisipasi karhutla yang mengarah ke Probolinggo dengan menggunakan peralatan seadanya," kata Oemar Sjarief.
Ia berharap kebakaran tersebut tidak semakin meluas dan bisa dipadamkan oleh petugas di lapangan.
Sebelumnya Balai Besar TNBTS menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo dari pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang akibat kebakaran hutan di Blok Bantengan.
Baca juga: TNBTS tutup sebagian akses Bromo imbas kebakaran hutan Blok Batengan
"Kondisi pagi tadi api menyala lagi, berdasarkan informasi yang kami dapat dari petugas TNBTS," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief saat dihubungi telepon selulernya.
Pihaknya bersama BPBD Jawa Timur, TNI/ Polri, masyarakat, dan relawan dibawah koordinasi TNBTS berusaha untuk mencegah kebakaran hutan di kawasan Blok Bantengan meluas.
Baca juga: BPBD Jatim berjibaku padamkan api di Gunung Bromo
Baca juga: Turis ke Bromo diminta waspadai kebakaran hutan saat kemarau
Petugas melakukan pemantauan, pembuatan sekat, dan menyiapkan peralatan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan kebakaran di kawasan TNBTS tersebut meluas.
"Tim juga naik ke Bukit Sariwani di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, untuk mengantisipasi karhutla yang mengarah ke Probolinggo dengan menggunakan peralatan seadanya," kata Oemar Sjarief.
Ia berharap kebakaran tersebut tidak semakin meluas dan bisa dipadamkan oleh petugas di lapangan.
Sebelumnya Balai Besar TNBTS menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo dari pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang akibat kebakaran hutan di Blok Bantengan.
Baca juga: TNBTS tutup sebagian akses Bromo imbas kebakaran hutan Blok Batengan






Komentar (0)