Gerbong-gerbong tersebut nantinya akan dioperasikan oleh KiwiRail sebagai pengguna akhir di Selandia Baru dan dikirimkan secara bertahap sepanjang 2026.
IDXChannel – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyalurkan pembiayaan kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA. Pembiayaan ini dialokasikan untuk memfasilitasi ekspor gerbong barang (wagon) tipe SOW6 yang ditujukan ke Selandia Baru, melanjutkan sinergi kedua instansi setelah kerja sama pembiayaan pada 2024.
Dalam proyek ini, PT INKA berhasil mengamankan kontrak pengadaan sebanyak 340 unit Container Flat Top Wagon dari UGL Rail Service Pty Limited, Australia. Gerbong-gerbong tersebut nantinya akan dioperasikan oleh KiwiRail sebagai pengguna akhir di Selandia Baru dan dikirimkan secara bertahap sepanjang 2026.
Dari total target tersebut, PT INKA telah menyelesaikan pengiriman 200 unit gerbong dari fasilitas produksinya di Madiun, Jawa Timur, sejak Januari hingga Juli 2026, di mana 20 unit di antaranya baru saja diberangkatkan pada 30–31 Juli 2026.
Untuk mendukung kelancaran penyelesaian manufaktur tersebut, LPEI menyalurkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dan Penugasan Khusus Ekspor Alat Transportasi (PKE ATP) dengan nilai mencapai USD8,5 juta.
Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, menjelaskan fasilitas ini merupakan perwujudan peran negara melalui Kementerian Keuangan dalam mendorong kapasitas industri manufaktur dalam negeri agar mampu bersaing di kancah global melalui skema National Interest Account (NIA).
"Melalui fasilitas PKE, LPEI menjalankan mandat negara untuk memastikan produk manufaktur unggulan Indonesia, seperti yang dihasilkan PT INKA, terus memperluas penetrasi ke pasar global. Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat. LPEI akan terus mendukung para eksportir Indonesia melalui pembiayaan, penjaminan, dan asuransi guna mendorong pertumbuhan ekspor serta perekonomian nasional yang berkelanjutan," ujar Anton dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).
Kucuran dana sebesar USD8,5 juta ini mencatatkan fasilitas kedua yang dikucurkan LPEI kepada grup PT INKA.
Pada 2024, LPEI juga telah memberikan pembiayaan senilai USD11,9 juta kepada anak usaha PT INKA, yakni INKA Multi Solusi (IMS), yang terdiri atas fasilitas pembiayaan sebesar USD7,7 juta dan fasilitas penjaminan sebesar USD4,2 juta, untuk mendukung pengiriman gerbong kereta ke pasar Selandia Baru.
Wagon tipe SOW6 tersebut dirancang khusus dengan spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan standar operasional perkeretaapian Selandia Baru, membuktikan keandalan rekayasa (engineering) dan kapasitas produksi industri dalam negeri.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INKA, Prihanto Herbowo, mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari LPEI yang dinilai krusial dalam menjaga kelancaran proyek-proyek strategis perseroan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPEI atas dukungan pembiayaan ekspor yang diberikan sehingga PT INKA dapat menyelesaikan produksi sebanyak 250 unit wagon dari total 340 unit sesuai target pengiriman ke Selandia Baru. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga LPEI dapat terus mendukung berbagai proyek strategis PT INKA di masa mendatang," ujar Prihanto.
Keberhasilan proyek ekspor ini diharapkan mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi ekonomi nasional, mulai dari penguatan rantai pasok manufaktur, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
(NIA DEVIYANA)






Komentar (0)