Hubungan RI-Thailand Makin Lengket, Ini Target Besar Anindya Bakrie

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Inonesia (KADIN), Anindya Novyan Bakrie menyampaikan pemaparan saat melakukan pertemuan Pengusaha KADIN Pusat dan Daerah Seluruh Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan, target perdagangan antara Indonesia dan Thailand pada 2030 mendatang diharapkan mencapai US$ 30 miliar. Sementara saat ini, perdagangan antara kedua negara mencapai US$ 17,5 miliar.

"Kita tahu bahwa Thailand dan Indonesia adalah dua ekonomi terbesar di ASEAN. Saat ini, ekonomi kita mewakili 357 juta orang dan hampir US$2 triliun dolar dalam output. Perdagangan di antara kita bernilai US$17,5 miliar, dan saya yakin kedua pemimpin sudah berbicara tentang menembus angka US$30 miliar dolar pada tahun 2030, mudah-mudahan," ujarnya dalam acara Indonesia-Thailand Business Forum di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (3/8/2026).

Baca: Hasil Pertemuan Prabowo dan PM Thailand: Target Dagang Naik Rp359 T

Anindya mengatakan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand terjalin dengan baik hingga saat ini. Mulai dari pendirian ASEAN hingga dukungan tuan rumah Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Asia dan Pasifik di Bangkok.


Terakhir, hubungan bilateral antara kedua negara tersebut terjalin melalui pertemuan antara Perdana Menteri Anutin dan Presiden Prabowo yang meluncurkan Rencana Kemitraan Strategis untuk tahun 2026 hingga 2030.

Anindya menyebut Kadin Indonesia juga bekerja sama dengan Dewan Perdagangan dan Dewan Komersial Thailand. Kerja sama tersebut termasuk di sektor pasar karbon.

"Kami ingin melaporkan, bersama rekan kami, teman saya, kami menandatangani dua MOU. Satu antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin, dengan Dewan Perdagangan dan Dewan Komersial, dan kami juga menandatangani kerja sama di pasar karbon," ungkapnya.

Dia lalu memaparkan kerja sama di pasar karbon bertujuan untuk memajukan pasar karbon berintegritas tinggi dan memobilisasi investasi dalam proyek-proyek karbon. Hal itu seiring dengan perkembangan AI dan pertumbuhan industri yang mendorong permintaan energi semakin tinggi.

"Perusahaan-perusahaan secara global akan membutuhkan cara-cara yang kredibel dan terjangkau untuk mengimbangi apa yang mereka emisikan, dan pasar karbon mengubah kewajiban itu menjadi sebuah peluang," sebutnya.

Selain itu, Kadin dan Thai Chamber of Commerce juga bekerja sama dalam sektor ekonomi halal, jasa, serta hilirisasi dan manufaktur. "Ada banyak peluang di bidang halal, energi bersih, konektivitas digital, hingga manufaktur maju dan juga ekonomi digital," imbuhnya.

Anindya mengatakan lebih jauh, Ia optimistis Indonesia dan Thailand dapat menjadi pemimpin global dalam bidang ketahanan pangan. Menurutnya, Thailand unggul dalam bidang pertanian, mulai dari beras melati hingga buah-buahan tropis.

"Produk-produk Thailand dinikmati di seluruh dunia. Saya tidak akan mulai memperdebatkan durian siapa yang lebih baik, Thailand atau Indonesia; saya rasa hal itu sebaiknya dibiarkan tidak terselesaikan. Indonesia membawa sumber daya alam yang melimpah, keanekaragaman hayati, dan skala besar, sedangkan Thailand membawa puluhan tahun keahlian, inovasi, dan kepemimpinan global dalam pertanian," jelasnya.

Anindya menyebut, pergeseran rantai pasok, teknologi yang mengubah industri, dan prioritas ketahanan pangan serta energi perlu dipikirkan untuk membangun dunia. "Karena ketika skala Indonesia bertemu dengan keunggulan Thailand, kita dapat menciptakan solusi yang menjangkau jauh melampaui batas negara kita," sebutnya.

"Jadi marilah kita memperdalam perdagangan, marilah kita meningkatkan investasi, marilah kita mendorong lebih banyak pengusaha dan keluarga untuk bekerja sama, dan yang terpenting, mari kita berinovasi bersama, sehingga kemakmuran yang kita ciptakan dapat dinikmati bersama oleh rakyat kita," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang Thailand (TCC) sekaligus Ketua Dewan Perdagangan Thailand Poj Aramwattananont mengatakan, kemitraan l menjadi semakin penting. Saat bisnis dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan perubahan rantai pasok, perusahaan-perusahaan mencari mitra kepercayaan dan rantai pasok yang lebih tangguh, ASEAN menerima perhatian yang lebih besar dari sebelumnya.

Menurutnya, kerja sama ini menciptakan peluang, terutama Indonesia dan Thailand jika bekerja lebih erat bersama-sama. Tidak hanya pemerintah ke pemerintah, tetapi juga bisnis ke bisnis, sektor swasta dan sektor swasta, masyarakat dan masyarakat.

Baca: Prabowo Apresiasi Thailand Bantu Pulangkan 1.000 WNI Korban Scam

"Kami membantu bisnis mengeksplorasi pasar baru, membangun rantai nilai regional, dan menciptakan peluang nyata untuk pertumbuhan bagi kedua negara," sebutnya.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi saat ini tidak berhenti di batas negara. Sehingga, respons kita juga tidak seharusnya berhenti di sana.

"Marilah kita memperkuat rantai nilai regional, memperluas investasi dan perdagangan, serta menciptakan lebih banyak peluang bagi bisnis di seluruh ASEAN. Masa depan ASEAN tidak akan ditentukan oleh bagaimana kita bersaing satu sama lain, tetapi seberapa baik kita bersaing bersama-sama dengan seluruh dunia," tutupnya.


(rob/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kebut Investasi Kaltim, KEK MBTK Perkuat Infra & Konektivitas

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Denny Sumargo Ungkap Awal Mula Bikin Film dari Kisah Viral Fani Kondoh
• 5 jam lalu
0
thumb
John Herdman Ungkap Penyebab Timnas Indonesia Dibantai Vietnam: Kami Berikan Gol yang Terlalu Mudah
• 15 jam lalu
0
thumb
5 Berita Terpopuler: PPPK se-Indonesia Menunggu Pidato Kenegaraan, Desak Peralihan ke ASN Penuh, Terima Gaji & Tak Ada PHK
• 9 jam lalu
0
thumb
Bantah Jadi Korban Penculikan, Jesslyn Wijaya Ungkap Alasan pergi ke Bangkok
• 7 jam lalu
0
thumb
Polrestabes Medan Selidiki Motif Mantan Istri Polisi Bunuh Diri Pakai Pistol
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.