Denny Sumargo Ungkap Awal Mula Bikin Film dari Kisah Viral Fani Kondoh

tabloidbintang.com
4 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Denny Sumargo mengungkap awal mula dirinya terlibat dalam penggarapan film Baby Udon yang diangkat dari kisah hidup Fani Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh. 

Semua bermula ketika Fani menjadi bintang tamu di podcast miliknya dan menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku.

Denny mengaku awalnya hanya mengetahui Fani sebagai sosok yang viral di media sosial. Namun, pandangannya berubah setelah mendengar langsung kisah hidup Fani dalam podcast.

"Saya, kan podcast Fani. Terus pas podcast itu, awalnya saya kurang tahu beliau itu siapa, yang saya tahu tuh viral. Viral beli kuburan setelah nikah, viral bagi-bagi sedekah," ujar Denny saat sesi Konferensi Pers peluncuran perdana Official Poster dan Trailer Baby Udon di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (3/8) siang.

Dalam podcast tersebut, Fani menceritakan alasan di balik keputusannya bersedekah. Denny mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa sedekah yang dilakukan Fani merupakan bagian dari ikhtiarnya untuk memohon kesembuhan bagi sang suami yang sedang sakit.

"Yang paling menarik perhatian saya adalah ketika dia bersedekah itu. Saya kaget, ternyata dia sedekah untuk merayu hati Allah supaya Allah berikan kesembuhan untuk suaminya," tuturnya.

Denny kemudian mengikuti perjalanan kisah Fani hingga sang suami meninggal dunia. Dari situlah muncul intuisi dalam dirinya bahwa kisah tersebut layak diangkat menjadi film.

"Tiba-tiba ngomong, intuisi gue ngomong, bagus, nih jadi film," ungkapnya.

Dari Podcast hingga Jadi Proyek Film

Namun, Denny mengaku sempat tidak menyangka dirinya akan benar-benar terlibat dalam produksi film tersebut. Terlebih, Fani disebut telah mendapat tawaran dari sejumlah rumah produksi.

Situasi berubah ketika istri Denny, Olivia Allan atau akrab disapa Ci Oliv, yang juga terlibat sebagai produser, menyampaikan bahwa Fani justru merasa belum menemukan pihak yang tepat untuk mengangkat kisahnya ke layar lebar.

Menurut Denny, Fani memiliki tujuan khusus terkait film tersebut. Jika kisah hidupnya diangkat dan menghasilkan keuntungan, uang tersebut ingin digunakan untuk membangun masjid sebagai amal jariyah bagi mendiang suaminya.

"Dia sebenarnya penginnya film ini kalau dibeli, uangnya dia mau pakai bikin masjid untuk amal jariah dari suaminya," ungkap Denny.

Denny pun akhirnya mempertimbangkan tawaran tersebut. Ia mengaku memiliki kekhawatiran tersendiri karena tidak ingin kisah Fani yang telah menyentuh banyak orang justru berakhir mengecewakan ketika diadaptasi menjadi film.

"Saya takut Fani kecewa. Saya takut cerita yang bagus yang ada di podcast gue, yang sudah kita dengar, yang sudah kita tonton, yang kita sudah punya imajinasi itu, ketika kita nonton, akhirnya kecewa," ujarnya.

Karena itu, Denny berusaha mencari orang-orang yang dianggap tepat untuk menggarap film tersebut. Ia kemudian menggandeng sejumlah pihak, termasuk sutradara Fajar Bustami dan tim produksi lainnya.

Denny juga mengatakan pertemuannya dengan pihak Little Pictures membuatnya yakin untuk melanjutkan proyek tersebut. Ia melihat adanya kesamaan visi dan energi untuk menggarap film berdasarkan kisah Fani dengan sepenuh hati.

"Akhirnya gue ketemu Mbak Bella, kemudian Koh Andi. Gue merasa energinya Bella sama Koh Andi, i approve. Because I can feel they want to make something from the heart," katanya.

Bagi Denny, keputusan tersebut diambil demi menjaga kisah Fani agar dapat diterjemahkan ke layar lebar dengan baik dan tetap mempertahankan pesan yang terkandung di dalamnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Senin 3 Agustus 2026, Ada JELI dan MAPI
• 23 jam lalu
0
thumb
Prabowo Prihatin Banyak Kepala Daerah Korupsi
• 20 jam lalu
0
thumb
Pendapatan REAL Tumbuh 211,6 Persen di Kuartal II-2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Sita 86 Kg Sabu dan 5.171 Butir Ekstasi, 6 Orang Ditangkap
• 5 jam lalu
0
thumb
Polri Dalami Jaringan Narkoba Pilot Malaysia
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.