CEO Nvidia Jensen Huang menyebut momen sekarang sebagai waktu terbaik sepanjang sejarah untuk memulai bisnis. Huang menyampaikan pandangan itu dalam acara Y Combinator's Startup School 2026, dalam sesi bincang bersama CEO Y Combinator, Garry Tan.
"Ini benar-benar saat paling tepat untuk memulai perusahaan," kata Huang, sebagaimana mengutip Fortune.
Huang yang kini berusia 63 tahun mengaku iri dengan peluang besar yang terbentang di depan para pendiri startup muda saat ini. Dia menyadari kesuksesan tidak datang dengan mudah, dan oleh karenanya hingga hari ini dia masih bekerja setiap hari, memantau semua pergerakan tim, penelitian dan pengembangan, membuat keputusan meninggalkan hal yang hanya buang-buang waktu bagi dirinya dan tim.
Ia menilai kecepatan perubahan teknologi memang bisa terasa menakutkan, tetapi overthinking justru menjadi hambatan terbesar bagi calon pengusaha.
Ia mendorong para calon pengusaha muda untuk menghadapi setiap tantangan dengan satu pertanyaan sederhana: "Seberapa sulitkah ini?"
Huang Sering Cemas Perusahaannya Bangkrut, tapi Kunci Suksesnya Adalah Terus BelajarMeski memberi nasihat optimistis, Huang mengaku sukses tidak datang dengan mudah. Ia menyebut dirinya masih bekerja tujuh hari dalam seminggu dan terus dihantui rasa cemas perusahaannya bisa gulung tikar kapan saja.
"Kamu tahu ungkapan '30 hari lagi bangkrut'. Saya sudah memakai ungkapan itu selama 33 tahun," kata Huang dalam salah satu episode podcast The Joe Rogan Experience tahun lalu. Ia menambahkan bahwa rasa rentan, ketidakpastian, dan tidak aman itu tidak pernah benar-benar hilang darinya.
Rasa percaya dirinya justru berasal dari kesadaran bahwa pengusaha tidak perlu memiliki semua jawaban sejak hari pertama. Mereka hanya perlu punya kemauan untuk terus belajar.
Ia mengenang masa awal Nvidia, ketika perusahaannya salah memilih teknologi grafis dan ia sendiri tidak tahu cara memperbaikinya. Dengan hanya berbekal beberapa ratus dolar, Huang pergi ke toko Fry's, membeli tiga buku teknologi, lalu memberikannya kepada para engineer.
Ia menegaskan bahwa teknologi akan terus berubah, tetapi selama seseorang mampu menghadapi kenyataan dan terus belajar, jenis teknologinya sendiri sebenarnya tidak terlalu penting.
Warga AS Catat Rekor Pendirian Bisnis BaruSituasi ekonomi saat ini sebenarnya belum sepenuhnya ideal bagi calon pengusaha. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih melambat, konflik di Timur Tengah terus membebani pasar, dan kecerdasan buatan mengubah wajah banyak industri secara cepat.
Kendati begitu, bintang acara Shark Tank, Kevin O'Leary menilai, ketidakpastian justru tidak seharusnya membuat calon pendiri startup ragu untuk memulai. O'Leary menyebut, data statistik justru membuktikan bahwa waktu terbaik memulai bisnis adalah saat kondisi sedang kacau, karena setiap kali ekonomi mengalami koreksi, di situlah muncul peluang besar bagi pengusaha untuk memulai sesuatu dan belajar bertahan di tengah tekanan.
Banyak warga Amerika tampaknya sepakat dengan pandangan tersebut. Media Inc. melaporkan bahwa sepanjang paruh pertama 2026, tercatat rekor 3,23 juta pengajuan pendirian bisnis baru, naik 12,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski begitu, mendirikan bisnis tidak menjamin kesuksesan. Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) mencatat hampir separuh bisnis baru gagal bertahan dalam lima tahun pertama beroperasi. Karena itu, pendiri Amazon Jeff Bezos menyarankan calon pengusaha untuk memperbesar peluang sukses dengan lebih dulu bekerja di perusahaan mapan sebelum membangun usaha sendiri.
"Saya selalu menyarankan anak-anak muda untuk bekerja dulu di perusahaan dengan praktik terbaik, tempat mereka bisa belajar hal-hal mendasar, seperti cara merekrut dan mewawancarai karyawan dengan baik," kata Bezos dalam acara Italian Tech Week, Oktober 2025.






Komentar (0)