Makassar, ERANASIONAL.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi dapat terus dipertahankan hingga kuartal III dan kuartal IV tahun ini.
Airlangga menyampaikan sejumlah indikator makro menunjukkan kinerja yang tetap solid. Tingkat inflasi, menurutnya, terus terkendali, sementara aktivitas manufaktur nasional juga kembali berada di zona ekspansif.
“Inflasi sudah berada di angka 2,88 persen, turun dari sebelumnya 3 persen. PMI juga sudah naik di atas level 50. Besok akan diumumkan pertumbuhan ekonomi yang menurut saya berada di kisaran 5,2 hingga 5,4 persen,” ujar Airlangga di Hotel Claro Makassar, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan fundamental ekonomi nasional masih kuat sehingga pemerintah perlu menjaga momentum tersebut hingga akhir tahun.
Menurut Airlangga, meskipun perekonomian dunia masih dibayangi berbagai tantangan, Indonesia mampu mempertahankan daya tahannya.
Salah satu faktor pendukung adalah harga minyak dunia yang masih berada pada level yang relatif terkendali.
“Situasi global memang masih belum menentu, tetapi kita melihat harga minyak rata-rata masih berada di bawah asumsi yang digunakan pemerintah. Selama harga minyak berada di kisaran 100 dolar AS per barel, untuk subsidi biosolar maupun Pertalite relatif masih aman,” jelasnya.
Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi perlambatan ekonomi pada penghujung tahun, Airlangga membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan data ekonomi justru menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap kuat.
“Data mengatakan ekonomi kita tidak melambat. Sebelumnya tumbuh 5,61 persen dan besok kita lihat masih berada di atas 5 persen. Jadi Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi meskipun ekonomi global hanya tumbuh sekitar 3 persen,” katanya.
Ia menambahkan, ketahanan ekonomi Indonesia menjadi bukti bahwa berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, inflasi, serta daya beli masyarakat masih berjalan efektif di tengah tekanan eksternal.
Airlangga pun optimistis Indonesia tetap dapat mempertahankan resiliensi ekonomi hingga akhir tahun dengan terus menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan sektor riil. []






Komentar (0)