Intip AWAV, Kendaraan Lapis Baja Amfibi Thailand yang Ditawarkan ke Prabowo

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Thailand menawarkan 36 Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AWAV atau kendaraan lapis baja beroda amfibi untuk Korps Marinir Indonesia.

Tawaran itu disampaikan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia," kata PM Anutin, Senin (3/8).

Ia menjelaskan kendaraan tersebut saat ini telah digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand. PM Anutin juga mengapresiasi kesempatan yang diberikan Indonesia untuk memperkenalkan produk pertahanan Thailand.

"Model ini saat ini aktif dalam dinas di Korps Marinir Kerajaan Thailand dan saya sangat berterima kasih karena Anda memberi kami kesempatan ini agar produk kami digunakan di negara Anda," ujarnya.

Meski PM Anutin tidak menyebut tipenya secara spesifik, AWAV yang dimaksud kemungkinan besar merujuk pada Chaiseri First Win AWAV 8×8, yakni kendaraan lapis baja amfibi beroda yang saat ini digunakan Korps Marinir Kerajaan Thailand dan dipasarkan untuk ekspor.

Lantas, seperti apa wujud dan kemampuan kendaraan lapis baja amfibi kebanggan Thailand tersebut?

Chaiseri First Win AWAV 8×8 dikembangkan oleh Chaiseri Metal & Rubber Co., Ltd., perusahaan pertahanan asal Thailand yang memproduksi berbagai kendaraan lapis baja. Kendaraan ini digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand sebagai salah satu kendaraan tempur (ranpur) amfibi mereka.

AWAV 8×8 ini memiliki konfigurasi delapan roda penggerak yang membuatnya mampu membawa muatan besar sekaligus melintasi berbagai medan, termasuk saat menjalankan operasi amfibi.

Berikut spesifikasi First Win AWAV 8x8 dikutip dari situs Chaiseri:

Spesifikasi Utama

Sistem Perlindungan dan Keselamatan

Mobilitas

Sistem Kendaraan

Kandungan Lokal 40 Persen

Mengutip media Thailand, The Nation, edisi 27 April 2026, Angkatan Laut (AL) Thailand telah memiliki 7 unit ranpur ini. Pesanan dibuat pada Agustus 2023 senilai 448 juta Baht dan diserahterimakan oleh Chaiseri kepada Korps Marinir Thailand pada September 2024.

AL Thailand kemudian memesan 7 unit AWAV 8x8 lagi senilai 504 juta Baht (sekitar USD 15,5 juta), sehingga total armada AWAV yang direncanakan menjadi 14 unit.

AL Thailand menjelaskan, AWAV 8×8 dirancang oleh para insinyur Thailand dan diproduksi menggunakan tenaga kerja, peralatan, serta mesin buatan dalam negeri, sehingga mencerminkan potensi nyata industri pertahanan Thailand.

Disebutkan juga, AWAV 8x8 memiliki nilai kandungan lokal minimal 40%, yang membantu menyokong rantai pasok industri pertahanan domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor alutsista luar negeri.

Ekspor ke Filipina

Pada Juni 2026, Filipina menjadi negara pertama yang memesan kendaraan tersebut melalui kontrak awal sebanyak lima unit untuk Korps Marinir Filipina. Nilai kontrak sekitar Rp 115 miliar.

Seluruh kendaraan dijadwalkan dikirim pada 2027.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
FEB UIKA Bogor Gelar EBICON ke-5: Menjaga Ketahanan Bisnis dengan Inovasi
• 10 jam lalu
0
thumb
Dukcapil Ungkap 2 Orang Paling Tua di Indonesia Ada di Madura, Berusia 118 Tahun
• 6 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Makin Mudah Melenggang ke Semifinal Piala AFF 2026 jika Skenario Ini Terjadi di Laga Kontra Vietnam
• 21 jam lalu
0
thumb
Menkomdigi Bantah Isu Sensor Liputan Demonstrasi
• 20 jam lalu
0
thumb
DPR Sebut Belum Terima Surpres Tentang Kapolri: Tak Ada Pergantian
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.