TANGERANG, KOMPAS.com — Pemandangan tak biasa terlihat di Perumahan Puri Dewata Indah 1, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.
Sebuah bendera Merah Putih sepanjang 400 meter terbentang rapi menutupi ruas jalan di lingkungan RW 06.
Di balik kemeriahan perayaan menyambut HUT Ke-81 RI itu, terdapat sosok Momon Simon (45), Ketua RW 06 Puri Dewata Indah yang dikenal warga memiliki gaya kepemimpinan eksentrik sekaligus nekat.
Baca juga: Bendera 400 Meter dan Gapura Galon Bekas, Cara Warga Cipondoh Tangerang Sambut HUT RI
Momon mengaku, ide membentangkan bendera raksasa dan membangun gapura dari galon bekas berawal dari keinginannya mengubah citra lingkungan yang selama ini kurang dikenal.
"Dulu Puri Dewata Indah ini tidak ada yang tahu. Kalau ditanya orang tinggal di mana, jawabnya di dekat kompleks sebelah yang jalannya jelek. Jadi selalu yang jeleknya keikut," kata Momon saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (4/8/2026).
"Begitu saya jadi RW di periode pertama tahun 2022, saya pengin Puri Dewata Indah ini lepas dari stigma itu. Makanya saya pakai cara-cara yang lebih 'gila' dari yang lain supaya wilayah ini dikenal," tambah Momon.
Baca juga: Nasi Darurat Tangerang, Gerakan Warga Bantu Warga yang Bayarkan Makan Gratis Lewat QRIS
Semangat itu kemudian menjadi dasar berbagai program yang ia jalankan di lingkungan RW 06.
Alih-alih menyusun perencanaan yang rumit, Momon mengaku lebih mengandalkan insting dan keberanian untuk segera mengeksekusi ide yang muncul.
"Saya selalu bilang ke warga, kalau mau dipimpin sama saya, siap-siap warganya ikut 'Pe'a' (pendek akal/nekat). Karena saya kalau ada ide tidak pernah direncanakan lama-lama, selalu insting dan langsung gas. Alhamdulillah warga dan pengurus RT/RW selalu mengikuti," tuturnya.
Prinsip tersebut juga diterapkan saat menyiapkan bendera Merah Putih sepanjang 400 meter dengan lebar tiga meter.
Baca juga: Tangerang Kota Jadi Wilayah Pengungkapan Kejahatan Terbanyak di Operasi Berantas Jaya
Proses pembuatannya pun berlangsung sangat cepat. Pada Kamis (30/7/2026) pagi, ia membeli kain, lalu meminta istrinya menyambung potongan-potongan kain tersebut hingga mencapai panjang 400 meter.
"Untuk bendera ini cuma butuh waktu 20 jam dari mulai saya beli. Hari Kamis saya beli, nyampe rumah sore, langsung saya suruh istri yang menjahit untuk menyambung-nyambung sampai 400 meter. Malam itu juga langsung kita pasang," ujar Momon.
Tak hanya bendera, seluruh dekorasi juga dibuat dengan konsep sederhana dan memanfaatkan barang yang tersedia.
Baca juga: Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih, Warga Bekasi hingga Tangerang Bertahan dengan Bantuan Air
Tiang penyangga menggunakan potongan bambu sisa pembangunan rumah warga, sedangkan gapura dibuat dari galon bekas yang dikumpulkan melalui program Bank Sampah RW 06.
Bagi Momon, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi pengurus lingkungan untuk berhenti berinovasi.
Menurutnya, yang paling penting dalam memimpin di tingkat RT maupun RW adalah kemauan untuk memulai dan keberanian menjalankan gagasan.
Baca juga: Pramono Minta Kawasan Ketahanan Pangan di Tangerang Serap Tenaga Kerja Lokal
"Tipsnya cuma satu: ada kemauan dan nekat menjalankan. Kalau mau membangun wilayah, kita jangan melihat dari perekonomian atau kas RT/RW dulu. Kita mulai jalankan yang bener, nanti warga yang lewat melihat dan akan tergerak untuk ikut membantu dan menyumbang," jelasnya.
Melalui semangat gotong royong dalam menghias lingkungan menyambut Hari Kemerdekaan, Momon berharap rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap Indonesia terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda Karang Taruna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)