Rupiah Tertekan pada Awal Perdagangan Balik Lagi ke Rp18.003 Lawan Dolar AS

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Mata uang rupiah membuka perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, di zona merah. Mata uang Garuda melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia maupun kawasan Asia, seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan sejumlah mata uang regional.
 
Berdasarkan data pasar valuta asing Investing pagi ini mata uang paman sam naik 0,28 persen atau sekitar 50,2 poin ke level Rp18.003,8 per dolar AS. Kenaikan tersebut sekaligus membawa dolar AS kembali menembus level psikologis Rp18.000.
  Baca juga:  Rupiah Makin Menjauhi Level Rp18.000 per Dolar AS       
Penguatan dolar AS juga tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik 0,10 persen ke posisi 99,882. Menguatnya indeks dolar menunjukkan mata uang Negeri Paman Sam masih mendapat dukungan di pasar global, sehingga memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
 
Di kawasan Asia, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar terhadap rupiah. Nilai tukarnya melonjak 0,46 persen ke level Rp12,6285 per won. Penguatan juga terjadi pada sejumlah mata uang regional lainnya.

Mata uang Dolar Singapura naik 0,18 persen menjadi Rp14.036,84, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,14 persen ke Rp4.393,47. Yuan Tiongkok turut naik 0,13 persen ke Rp2.664,24, sementara itu mata uang baht Thailand menguat 0,09 persen ke level Rp538,715.
 
Di antara mata uang utama, euro bergerak relatif stabil di kisaran Rp20.721 per euro tanpa perubahan berarti dibanding perdagangan sebelumnya. Berbeda dengan mata uang lainnya, yen Jepang justru bergerak melemah terhadap rupiah. Mata uang Negeri Sakura itu turun tipis 0,07 persen ke posisi Rp114,23 per yen.
 
Sementara itu, pasar komoditas menunjukkan pergerakan yang lebih positif. Harga emas dunia (XAU/USD) menguat tipis 0,05 persen menjadi USD4.057,13 per troy ons, mencerminkan masih adanya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah dinamika pasar keuangan global.
 
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah agenda ekonomi global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini. Sentimen dari Amerika Serikat, pergerakan imbal hasil obligasi, serta perkembangan kondisi ekonomi kawasan Asia diperkirakan masih menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pasar valuta asing.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Selain Aktivitas Idolnya, Aron Eks NUEST Ungkap Jadi Pekerja Kantoran
• 2 jam lalu
0
thumb
Tiket Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Persib Vs Persija dan Persebaya Vs Arema Ditiadakan, Tsamara Amany Ungkap Alasan Utamanya
• 11 jam lalu
0
thumb
Malaysia Investigasi Pilot Bawa Narkoba ke RI, Prosedur Pemeriksaan Ditingkatkan
• 12 jam lalu
0
thumb
B50 Serap Lebih Banyak CPO, GAPKI Prediksi Ekspor Sawit RI Susut pada 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Isu Rencana Demo Agustus: Penangkapan di Ciamis hingga Patroli Siber Polisi
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.