FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia ke Swasta Usai Gelombang Penolakan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Presiden FIFA, Gianni Infantino, resmi membatalkan rencana penjualan sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah menuai penolakan keras dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola dunia, terutama UEFA. Menurut Infantino, proyek tersebut tidak lagi sejalan dengan tujuan awal karena justru memicu perpecahan di kalangan anggota FIFA.

"Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari seberapa besar dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan awal yang ingin dicapai," kata Infantino dalam perbyataan resminya.

Ia menegaskan bahwa FIFA selalu mengutamakan persatuan dalam mengembangkan sepak bola dunia. "Tujuan kami selalu, dan akan selalu, menyatukan serta memajukan sepak bola. Karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan," tambahnya.

Proyek FIFA Forward Enterprise Resmi Dihentikan

Rencana yang sebelumnya diperkenalkan FIFA itu mengusulkan pembentukan entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan tersebut akan mengelola berbagai aset dan bisnis komersial FIFA, termasuk hak-hak yang berkaitan dengan Piala Dunia.

Dalam skema yang diusulkan, sekitar 20 persen saham FFE akan dijual kepada perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Thrive Capital, yang dipimpin Joshua Kushner. Dana hasil investasi itu disebut akan digunakan untuk memperkuat pendanaan bagi asosiasi-asosiasi anggota FIFA, terutama di negara-negara yang membutuhkan dukungan lebih besar dalam pengembangan sepak bola.

Infantino menjelaskan sejak awal proyek tersebut hanya akan dijalankan apabila memperoleh dukungan mayoritas asosiasi anggota FIFA, setelah melalui konsultasi dengan Dewan FIFA, konfederasi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Namun setelah proses diskusi berlangsung, FIFA menilai proyek tersebut justru memecah opini sehingga diputuskan untuk dihentikan.

UEFA Ancam Boikot

Penolakan paling keras datang dari UEFA. Organisasi yang menaungi sepak bola Eropa itu sebelumnya menyatakan seluruh 55 anggotanya menolak rencana tersebut secara bulat. UEFA bahkan mengancam akan memboikot kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, apabila penjualan sebagian kepemilikan komersial tetap dilanjutkan.

Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan Piala Dunia bukanlah aset investasi yang dapat diperjualbelikan.

"Piala Dunia tidak bisa diperlakukan sebagai produk investasi. Kompetisi ini merupakan salah satu warisan olahraga terbesar yang dibangun selama beberapa generasi oleh pemain, klub, liga, asosiasi anggota, konfederasi, dan FIFA sendiri," demikian isi pernyataan UEFA.

Ancaman tersebut dinilai sangat serius mengingat negara-negara Eropa mendominasi kompetisi Piala Dunia. Pada edisi 2026, tiga dari empat semifinalis berasal dari Eropa, termasuk Spanyol yang keluar sebagai juara.

FIFA Tetap Fokus Mengembangkan Sepak Bola

Meski membatalkan proyek tersebut, Infantino memastikan FIFA tetap berkomitmen mencari cara lain untuk meningkatkan pendanaan bagi asosiasi anggotanya. Ia mengatakan akan kembali menggelar pembicaraan dengan seluruh pihak terkait dalam beberapa pekan mendatang guna mencari solusi yang dapat diterima bersama.

"Ke depan, saya ingin mempertemukan kembali seluruh pihak yang berkepentingan dengan semangat kepentingan bersama untuk terus mengembangkan sepak bola di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan," ujar Infantino.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Beri Tanda Kehormatan ke Prabowo, PM Thailand: Tokoh Mliter yang Ikonik
• 15 jam lalu
0
thumb
Ikuti Jejak Pertamina, Bulog Ingin Berlakukan Beras Satu Harga
• 17 jam lalu
0
thumb
Aguan Makin Tajir? Laba PANI Tembus Rp1,7 Triliun dalam Enam Bulan
• 13 menit lalu
0
thumb
Prediksi Persib vs Persija di Semifinal Piala Presiden 2026: Laga Sengit dan Sarat Gengsi
• 7 jam lalu
0
thumb
Waka Komisi X Soroti Beragam Persoalan Pendidikan, dari Guru hingga AI
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.