Entitas Data Center Telkom Indonesia (TLKM) PT MNDG Dinyatakan Pailit

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Entitas usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) di bidang data center, PT Media Nusantara Data Global (MNDG), dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hal ini diungkapkan dalam laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2026.

Telkom mengatakan, pailitnya entitas usaha BUMN itu berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 370/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 26 Januari 2026 atas permohonan PT Karyagraha Nusantara. MNDG dinyatakan dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). 

“Selanjutnya, pada 25 Mei 2026, MNDG telah dinyatakan pailit berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tulis Telkom, dikutip Selasa (4/8).

MNDG merupakan anak usaha Telkom dengan kepemilikan 55% yang bergerak di bidang jasa konsultasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer, data center, serta internet exchange. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial pada 2012.

Katadata.co.id, telah mengonfirmasi dan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai langkah Telkom ke depan, namun VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan. 

Di sisi lain, Telkom juga tengah melanjutkan langkah perampingan portofolio bisnis. Berdasarkan Stockbit Sekuritas, hingga akhir kuartal kedua 2026 Telkom telah menyelesaikan dua divestasi, dua merger, dan telah menutup delapan unit bisnis. 

Divestasi dua bisnis kesehatan, yakni AdMedika dan Telkomedika, menghasilkan keuntungan setelah pajak sekitar Rp 429 miliar.

Hingga akhir 2026, Stockbit mengatakan bahwa TLKM menargetkan penyelesaian enam divestasi, dua merger, dan empat penutupan bisnis. Pada lini bisnis data center, manajemen TLKM menyebut masih mencari mitra strategis dengan target proses value unlocking rampung sebelum akhir tahun.

Telkom Cetak Laba Rp 10,6 T Semester I 2026

Di sisi lain, emiten rakasasa telekomunikasi itu membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 10,6 triliun pada semester pertama 2026. Angka tersebut naik 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut salah satunya ditopang oleh membaiknya bisnis layanan seluler Telkomsel.    

Hingga Juni 2026, Telkom mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan (yoy). Sedangkan EBITDA perusahaan pelat merah itu meningkat 3,8% menjadi Rp 37,5 triliun. Adapun,  laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp 11,3 triliun atau naik 6,2% yoy.

Pada segmen B2C (mobile and fixed broadband), laba Telkomsel tumbuh 3,3% menjadi Rp 55,6 triliun.  Salah satu pendorongnya adalah kenaikan pendapatan Digital Business Data sebesar 11%. 

Selain itu,  Average Revenue Per User (ARPU) mobile meningkat  9% menjadi Rp 45.600. Begitu pula payload data meningkat sejalan dengan peningkatan konsumsi digital saat libur sekolah dan Piala Dunia 2026.   

Di segmen fixed broadband, jumlah pelanggan IndiHome turun menjadi 9,5 juta dari 10,1 juta pada semester I 2025. Namun, ARPU IndiHome naik 3,4% secara kuartalan menjadi Rp 211.000 dan rasio konvergensi meningkat menjadi 65%.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Kapal Terus Berulang, Waka Komisi V DPR: Indikator Rapuhnya Keselamatan Pelayaran Nasional
• 1 jam lalu
0
thumb
Prabowo Ungkap 1.000 WNI Jadi Korban Online Scam, RI-Thailand Perkuat Kerja Sama Keamanan
• 3 jam lalu
0
thumb
KPK Periksa Kadis PUPR Bengkulu Terkait Temuan Uang Rp4 Miliar
• 21 jam lalu
0
thumb
Instagram Akan Hapus Konten "Melecehkan" yang Dibuat dengan Kacamata Meta
• 20 jam lalu
0
thumb
Tahun Ajaran Baru dan MBG Berpengaruh pada Inflasi? Ini Penjelasan BPS
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.