Tahun Ajaran Baru dan MBG Berpengaruh pada Inflasi? Ini Penjelasan BPS

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pembuktian keterkaitan antara dimulainya siklus pendidikan dan program MBG terhadap laju inflasi tidak bisa disimpulkan secara langsung.

Tahun Ajaran Baru dan MBG Berpengaruh pada Inflasi? Ini Penjelasan BPS. Foto: BPS.

IDXChannel – Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan dampak dari dimulainya tahun ajaran baru serta kembali berjalannya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Juli 2026 terhadap inflasi nasional masih memerlukan analisis lebih mendalam.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan, pembuktian keterkaitan antara dimulainya siklus pendidikan dan program MBG terhadap laju inflasi tidak bisa disimpulkan secara langsung tanpa kajian teknis.

Baca Juga:
Ekspor CPO Semester I-2026 Melambat, BPS Soroti Dampak Penerapan B50 dan El Nino

"Untuk mengetahui bahwa periode tahun ajaran baru dan dimulainya kembali pelaksanaan program MBG pada bulan Juli tahun 2026 apakah berpengaruh atau tidak terhadap inflasi maka ini tentunya memerlukan kajian secara khusus," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Meskipun secara umum terjadi deflasi pada kelompok makanan di tingkat nasional, BPS mencatat sejumlah komoditas utama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami kenaikan harga secara bulanan (month to month/mtm) sepanjang Juli 2026.

Baca Juga:
BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik Jadi 127,84 di Juli 2026

Beras dan bawang putih menjadi dua komoditas pangan utama yang mencatatkan inflasi dan memberikan andil terhadap pembentukan angka inflasi bulanan. 

"Secara umum dapat disampaikan ada beberapa komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi dan menyumbang andil inflasi secara month to month yaitu di bulan Juli 2026. Di antaranya ada tiga yang paling utama ya, kalau tadi di bulan Juli mengalami deflasi tetapi ada beberapa komoditi yang month to month-nya menyumbang inflasi, yang pertama beras mengalami inflasi 0,49 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen," ujar Ateng.

Baca Juga:
BPS Catat Indonesia Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

Ateng melanjutkan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur seperti bawang putih.

"Yang kedua ini bawang putih mengalami inflasi 3,33 persen pada bulan Juli 2026 secara month to month-nya dan memberikan andil inflasinya 0,01 persen," kata dia.

Selain beras dan bawang putih, timun mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan sepanjang Juli 2026 dan turut memberi kontribusi terhadap inflasi bulanan.

"Timun mengalami inflasi cukup besar di bulan Juli 2026 yaitu sebesar 17,44 persen. Memberikan andil timun itu terhadap inflasi sebesar 0,01 persen," kata Ateng.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KA Bandara di Perlintasan Stasiun Taman Kota
• 22 jam lalu
0
thumb
Alih-Alih Bubarkan Anak Motor, Satlantas Polresta Bandung Malah Ngajak Ngopi Saat Patroli Malam
• 11 jam lalu
0
thumb
WIKA Beton (WTON) Pertahankan Laba pada Semester I-2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Thailand Anutin Sore Ini
• 8 jam lalu
0
thumb
Pansus 17 Bahas Raperda Pembangunan Gedung Inspektorat & RSUD Bandung
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.