Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melancarkan aksi teror terhadap warga sipil di wilayah Papua Pegunungan. Sebanyak 10 pekerja proyek pembangunan jalan diserang saat beraktivitas di sekitar kawasan Kali Kabur, Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Sebanyak lima orang pekerja dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak dan penganiayaan berat. Sementara itu, lima pekerja lainnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dalam kondisi selamat.
Baca Juga :
4 dari 5 Korban Tewas Penyerangan KKB di Tolikara TeridentifikasiKasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, Polres Tolikara, dan Polsek Illu telah bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan evakuasi korban.
"Berdasarkan pendataan sementara, ada lima orang dinyatakan meninggal dunia yang diakibatkan oleh luka tembak dan luka penganiayaan di sekujur tubuhnya, dan kelima orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat," terang Yusuf dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 4 Agustus 2026.
Identitas Korban Meninggal dan Selamat
Dari lima korban meninggal dunia, empat di antaranya merupakan pekerja berinisial AS, EA, dan B yang dievakuasi ke RSUD Mulia, serta ACR yang dievakuasi ke RSUD Karubaga, Kabupaten Tolikara. Satu korban meninggal dunia lainnya merupakan warga lokal Papua yang saat ini masih dalam proses identifikasi.
Sementara lima korban selamat masing-masing berinisial WR, SS, HM, SU, dan JJM. Seluruh korban selamat telah mendapatkan penanganan medis awal dan dirujuk ke RSUD Mulia untuk perawatan lebih lanjut.
Evakuasi Diwarnai Kontak Tembak
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap hingga Senin, 3 Agustus dini hari. Petugas di lapangan sempat melakukan kontak tembak dengan kelompok bersenjata saat proses evakuasi berlangsung. Meski demikian, tindakan penanganan tetap dilaksanakan secara terukur dengan memprioritaskan keselamatan korban dan personel.
Berdasarkan informasi awal dan keterangan para saksi, aksi penyerangan ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok KKB Kodap X Tolikara di bawah pimpinan Rambo Botak.
"Namun demikian, dugaan keterlibatan kelompok tersebut masih terus diverifikasi dan didalami oleh penyidik berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil penyelidikan di lapangan," tegas Yusuf.
Pihak kepolisian hingga kini masih terus mengumpulkan barang bukti dan mendalami motif penyerangan guna mengidentifikasi serta memburu para pelaku penembakan tersebut.





Komentar (0)