Blibli Raup Pendapatan Rp 14,8 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 55 Persen

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mengumumkan hasil kinerja keuangan periode kuartal II 2026. Perseroan mencatat pendapatan neto konsolidasian tumbuh 55 persen secara tahunan (yoy).

Hingga semester I 2026, perusahaan meraup pendapatan Rp 14,8 triliun. Angka ini naik dari Rp 9,59 triliun pada semester I 2025, dengan tren pertumbuhan dua digit yang solid di seluruh segmen usaha, terutama pada segmen Institusi dan Toko Fisik.

Take Rate meningkat lebih jauh dari 8,6 persen pada semester I 2025, menjadi 9 persen pada 1H26, didukung peningkatan Take Rate terutama pada segmen Ritel 1P dan Ritel 3P. Hal ini merupakan hasil dari pertumbuhan Laba Bruto Sebelum Diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 17 persen (yoy) selama periode ini.

CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengatakan semester I tahun 2026 semakin menunjukkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi perseroan, serta konsistensi Blibli dalam menjalankan strategi jangka panjang.

"Di tengah pola belanja konsumen yang semakin selektif dan persaingan pasar yang ketat, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sehat sekaligus terus meningkatkan profitabilitas," kata Kusumo dalam keterangannya, Jumat (31/7).

Selama periode ini, Kusumo menyebut Blibli mencatat kemajuan yang signifikan melalui investasi berkelanjutan pada jaringan pemenuhan pesanan, platform teknologi, dan integrasi ekosistem telah meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat pengalaman pelanggan di Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma.

"Secara paralel, kami terus memperluas pemanfaatan analitik data dan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab untuk meningkatkan pengelolaan barang, penemuan produk, interaksi pelanggan, serta produktivitas di seluruh kegiatan operasional kami," tuturnya.

Blibli mencatat persentase beban operasional konsolidasian terhadap TPV dari 7,2 persen pada semester I 2025, menjadi 6,3 persen pada semester I 2026, yang menghasilkan peningkatan kinerja persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 170 bps (yoy).

Perusahaan juga memperluas kapabilitas omnichannel lebih jauh dengan menambah sejumlah 36 toko baru sepanjang kuartal II 2026. Sehingga per akhir Juni 2026, perseroan telah mengoperasikan sejumlah 326 toko elektronik konsumen, 14 toko elektronik rumah tangga, dan 1 toko fesyen & olahraga. Selain itu, perseroan juga mengelola 60 gerai supermarket premium dan 38 home and living experience centers.

CFO Blibli, Ronald Winardi, mengatakan kenaikan pendapatan serta penekanan berkelanjutan pada disiplin biaya dan efisiensi operasional telah memungkinkan perusahaan semakin memperkuat profitabilitas.

"Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan kontribusi di seluruh segmen usaha, khususnya pada kategori elektronik konsumen dan gaya hidup, yang didukung oleh volume penjualan smartphone dan produk-produk olahraga yang lebih tinggi, peningkatan kontribusi dari usaha OTA dan institusi, serta perluasan jaringan toko fisik untuk memperkuat kehadiran dan penetrasi omnichannel perseroan," jelasnya.

Adapun posisi kas dan setara kas konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp 1,63 triliun per 30 Juni 2026, naik dibandingkan dengan Rp 1,54 triliun per 31 Desember 2025. Perseroan menegaskan kembali targetnya untuk mencapai peningkatan pendapatan neto konsolidasian sebesar 15–20 persen pada tahun 2026.

Aksi Korporasi

Pada 4 Juni 2026, Blibli menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta mengubah susunan Dewan Komisaris. Imron Hendrata diangkat sebagai Komisaris Utama dan Cyrillus Harinowo sebagai Komisaris Independen.

Perseroan juga memperoleh persetujuan dari para pemegang saham atas laporan Direksi mengenai laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 serta laporan pelaksanaan tugas pengawasan Dewan Komisaris.

Rapat juga menyetujui penetapan gaji, honorarium, dan tunjangan bagi Dewan Komisaris, termasuk pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji, honorarium, dan tunjangan bagi Direksi untuk tahun buku 2026.

Selanjutnya, rapat memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026.

Kemudian pada 15 Juni 2026, perseroan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pemegang saham menyetujui rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu melalui penerbitan saham baru (right issue) sebanyak-banyaknya 5.000.000.000 saham atau sebesar 3,64 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ketika Teguran Berubah Menjadi Pertikaian
• 7 jam lalu
0
thumb
Bahlil ungkap strategi insentif NMC pacu mobil listrik berbasis nikel
• 12 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo terima tanda kehormatan militer Thailand
• 13 jam lalu
0
thumb
Warung Babi Guling di Palu Digeruduk Warga gegara Mencolok di Pinggir Jalan
• 23 jam lalu
0
thumb
Perusahaan Kanada Investasi Rp1,3 Triliun Bangun Pengelolaan Sampah di Gowa
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.