JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi menyampaikan, rata-rata pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,7 juta jiwa per semesternya.
Data tersebut dicatat sejak Semester II 2024, di mana jumlah penduduk Indonesia saat itu sebanyak 284.973.643 jiwa.
"Per semester kurang lebih adalah tambahannya 1,7 juta. Pertumbuhan penduduk ini mencerminkan angka kelahiran neto setelah dikurangi kematian, ditambah penyesuaian data hasil pembersihan dan penunggalan," ujar Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, dikutip dari siaran Youtube Dirjen Dukcapil, Senin (4/8/2026).
Baca juga: Kemendagri Siapkan Akta Kelahiran Digital, Dikirim ke E-Mail Orangtua
Pada Semester I 2025, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 286.693.693 jiwa. Bertambah lagi pada Semester II 2025, menjadi 285.315.089 jiwa.
Adapun pada Semester I 2026, jumlah penduduk Indonesia tercatat sebanyak 290.125.073 jiwa. Di mana jumlah laki-laki sebanyak 146.402.289 jiwa dan perempuan 143.722.784 jiwa.
"Jumlah penduduk yang 290,1 juta jiwa terbagi di semua provinsi di 38 provinsi," ujar Teguh.
Teguh menyampaikan, Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan jumlah penduduk dengan 52,7 juta jiwa. Posisi kedua ada Jawa Timur, dengan jumlah penduduk sebanyak 42,2 juta jiwa.
Baca juga: Mendagri Tito: Integrasi Data Dukcapil Perkuat Bansos Tepat Sasaran
Lanjutnya, sebanyak 214.347.218 jiwa penduduk wajib memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP atau KTP-el).
"Alhamdulillah berkat kerja keras yang luar biasa dari Bapak/Ibu, di bawah koordinasi dari Kadis provinsi, Kadis kabupaten/kota, luar biasa, yang sudah melakukan perekaman ada sekitar 208,5 juta jiwa. Artinya, 97,28 persen sudah rekam, sudah biometrik," ujar Teguh.
Ia menyampaikan bahwa memang tidak mudah untuk mencapai 100 persen, di mana seluruh penduduk Indonesia sudah melakukan perekaman e-KTP karena jumlahnya yang dinamis.
Baca juga: Buka Rakornas Dukcapil, Mendagri Beberkan Langkah Strategis Perkuat Infrastruktur Digital
Sebanyak 2,7 persen atau sekitar 5 juta penduduk belum melakukan perekaman e-KTP, yang menjadi tugas Dukcapil untuk aktif melakukan jemput bola.
"Bagaimana kemudian Dukcapil, kabupaten/kota di bawah koordinasi dari provinsi dan Dirjen Dukcapil terus aktif melakukan jemput bola, jemput bola tiada henti," ujar Teguh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)