Viral Usai Sujud Sambil Minta Maaf ke Pengemudi Mobil Alphard, Satpam HI ini Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi, Ini Alasannya

grid.id
12 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aksi satpam Bundaran Hotel Indonesia (HI) tolak tawaran kerja Dedi Mulyadi ramai jadi perbincangan. Sebelumnya, sang satpam sendiri diketahui viral usai sujud sambil minta maaf ke pengemudi mobil Alphard.

Sosok satpam itu sendiri diketahui bernama Fiktor Harefa. Yang mengaku berinisiatif bersujud saat mediasi di Pos Polisi Thamrin, Rabu (22/7/2026), karena diliputi rasa takut dan panik.

Sebelumnya, sempat beredar video yang memperlihatkan keributan antara petugas keamanan proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, viral di media sosial pada Rabu (22/7/2026).

Melansir dari Tribunnews.com, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan pengemudi Alphard menerobos lampu merah di pelican crossing depan Hotel Pullman sebelum akhirnya ditegur oleh petugas keamanan.

Namun, saat di tegur terjadi adu mulut karena pengemudi tidak menerima tindakan satpam.

"Pengendara mobil tidak terima dengan tindakan security tersebut dan terjadi cekcok mulut," ucap Braiel.

"Setelah kejadian itu, kedua belah pihak mendatangi Pos Polisi Thamrin untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan dan akhirnya sepakat berdamai," imbuhnya.

Sehari kemudian, Kamis (23/7/2026), Fiktor mengunggah video berisi pengakuannya terkait peristiwa tersebut. Dimana ia khawatir kehilangan pekerjaan sehingga memilih meminta maaf dengan bersalaman dan bersujud.

Mengetahui hal tersebut, ia pun sempat diundang bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun saat ditawari kerja Dedi Mulyadi, ia malah memilih menolak.

Padahal, Dedi sudah menawarkan sang satpam untuk ndah dinas ke Bandung dan menjadi petugas keamanan di Gedung Sate.

"Tapi terus saya bilang saya mikir dulu, akhirnya saya tetap di Jakarta saja. Nah jadinya saya sudah memutuskan Bang, jadi kerja di Jakarta saja dulu, saya pilih untuk tetap di sini saja," kata Fiktor dikutip Grid.ID dari Kompas.com Senin (3/8/2026).

 

Bagi Fiktor, profesinya saat ini sebagai Komandan Regu (Danru) petugas keamanan di proyek tempatnya bekerja sudah cukup nyaman. Ia juga tak ingin menyia-nyiakan pekerjaan yang baru didapatkannya pada April 2026 lalu tersebut.

Itulah sebabnya ia menolak tawaran kerja Dedi Mulyadi yang ditujukan kepadanya.

"Sebelumnya itu saya pengangguran satu tahun. Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter HP. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker (lowongan kerja) juga kemarin. Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ," ungkap Fiktor.

"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini. Saya sangat menghargai ke Pak Dedi juga, terima kasih banyak, sudah mengapresiasi saya juga," imbuhnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil Babak I Indonesia vs Vietnam: Skuad Garuda Tertinggal Dua Gol
• 19 jam lalu
0
thumb
5 Cara Menjaga Kesehatan Mental agar Tetap Sehat dan Seimbang-Tips Kesehatan
• 6 jam lalu
0
thumb
BUMD Kabupaten Serang terima hibah SPAM Mobile dari Korsel
• 23 jam lalu
0
thumb
Denny Sumargo Diserang Dua Kubu Sekaligus Usai Podcast Ruben Onsu dan Sarwendah, Padahal Niatnya Jadi Penengah
• 16 jam lalu
0
thumb
Urgensi Pemberantasan Korupsi dan Ketimpangan Fiskal Daerah: Seruan Akademisi dan Tokoh Publik
• 43 menit lalu
0
Berhasil disimpan.