Jakarta, CNBC Indonesia - Penemuan fosil dinosaurus berusia 125 juta tahun menjadi temuan langka yang mengejutkan dunia. Kalau biasanya fosil itu hanya berupa tulang, fosil satu ini juga memiliki jejak kulit yang masih utuh, termasuk duri-duri kecil yang membuat dinosaurus tersebut diduga memiliki tampilan mirip landak.
Spesies dinosaurus kelompok Iguanodontia itu ternyata memiliki tubuh yang dipenuhi duri berongga, karakter yang lebih menyerupai beberapa mamalia modern dibanding dinosaurus lain yang pernah ditemukan sebelumnya.
Para peneliti menyebut fosil tersebut ditemukan di Lamagou, Provinsi Liaoning, China, tepatnya di Formasi Yixian yang berasal dari periode Kapur Awal.
Dalam kondisi normal, fosil ini kemungkinan hanya akan terlihat seperti anggota kelompok Iguanodontia lainnya karena bentuk tulang dan giginya tidak menunjukkan keunikan yang mencolok.
- Baterai Raksasa Setinggi 12 Meter Jadi Sumber Kehidupan Baru
- Tanaman Liar Ini Tumbuh Subur di RI Bisa Disulap Jadi Solar dan Avtur
Namun, lingkungan tempat hewan itu mati berhasil mengawetkan struktur kulitnya, sehingga para ilmuwan dapat mempelajari permukaan tubuh dinosaurus tersebut secara detail.
Tim yang dipimpin Jiandong Huang dari Anhui Geological Museum menemukan jejak kulit yang sangat terawetkan dan menyadari bahwa mereka menemukan sesuatu yang istimewa.
Sebelumnya, bukti kulit dinosaurus dari kelompok Iguanodontia umumnya hanya berasal dari hadrosaurid pada akhir periode Kapur, sedangkan fosil yang lebih tua biasanya hanya menyisakan cetakan sisik dalam area yang sangat kecil.
Para peneliti kemudian menamai spesies baru ini Haolong dongi. Nama genus Haolong berarti "naga berduri" dalam bahasa China, sedangkan nama spesies dongi diberikan untuk menghormati paleontolog terkemuka Dong Zhiming yang meninggal pada 2024.
Fosil tersebut memiliki panjang sekitar 2,45 meter dari moncong hingga ekor. Struktur tulang belakangnya belum menyatu sepenuhnya, yang menunjukkan bahwa individu ini masih berusia muda dan masih dalam masa pertumbuhan.
Meski ukuran maksimalnya belum diketahui, para peneliti memperkirakan kerabat dekatnya di wilayah yang sama dapat tumbuh hingga 3 meter bahkan 5-5,5 meter.
Yang paling menarik adalah struktur kulitnya. Fosil menunjukkan adanya dua jenis sisik yang menyerupai reptil modern. Sisik pada bagian tubuh tidak saling bertumpang tindih, sedangkan sisik pada ekor menunjukkan pola yang berbeda.
Di antara sisik-sisik tersebut terdapat duri berongga berbentuk hampir silinder. Para peneliti menilai struktur ini berbeda dengan proto-bulu pada beberapa dinosaurus non-unggas maupun duri bersisik pada kadal modern, sehingga kemungkinan besar berkembang secara independen melalui evolusi.
Sebagian besar durinya sangat kecil, hanya sekitar 2-3 milimeter, tetapi bercampur dengan duri yang lebih panjang. Duri terpanjang yang berhasil diawetkan mencapai 44,2 milimeter dengan lebar pangkal sekitar 7,8 milimeter.
Meski ukurannya berbeda jauh, seluruh duri memiliki bentuk sederhana yang serupa. Pada mamalia berduri seperti landak, duri berasal dari rambut yang termodifikasi. Pada Haolong dongi, duri tersebut terbentuk dari material penyusun sisik yang berkembang menjadi struktur pelindung.
Para ilmuwan menilai struktur tubuh yang tidak biasa pada spesies purba umumnya berkaitan dengan perlindungan dari predator, menarik pasangan, atau pengaturan suhu tubuh.
Dalam kasus ini, tim peneliti lebih mendukung fungsi pertahanan terhadap predator, meski mereka juga menyebut iklim setempat mungkin membuat duri tersebut membantu mempertahankan panas tubuh.
Mereka bahkan berspekulasi bahwa duri itu dapat digunakan untuk mendeteksi getaran lingkungan, mirip fungsi rambut sensorik pada ular.
Menurut para peneliti, sebagian besar predator yang hidup berdampingan dengan H. dongi berukuran relatif kecil sehingga mulut mereka rentan terhadap duri semacam ini.
"Pertahanan ini belum tentu memberikan perlindungan yang tidak dapat ditembus terhadap gigi dan cakar theropoda, tetapi membuat mangsa menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama untuk dibunuh dan ditelan, sehingga mengurangi kemungkinan predator berhasil memangsanya," tulis peneliti dikutip dari IFL Science, Senin (3/8/2026).
Duri yang lebih besar juga kemungkinan berfungsi untuk mengintimidasi pesaing atau menarik pasangan, menjadikan Haolong dongi salah satu dinosaurus dengan sistem pertahanan paling unik yang pernah ditemukan dari periode Kapur Awal.
(dem/dem)





Komentar (0)