JAKARTA, DISWAY.ID-- Istri korban petugas damkar, Linda, menceritakan pengalaman yang kerap dialami Andriyono semasa menjalankan tugasnya.
Pengalaman tersebut diutarakan Linda untuk mengenang almarhum semasa hidupnya sebagai pemadam kebakaran.
Linda menyampaikan bahwa Andri, sapaan karibnya, kerap mengeluhkan rasa lelah ketika sudah menyelesaikan tugas.
BACA JUGA:Pakar Nilai Rencana Obligasi Daerah Jakarta Rp3,5 Triliun Langkah Tepat
Meski begitu, ia merasa kisah yang berganti-ganti terkait permintaan masyarakat justru membuat cerita tersebut menjadi terhibur.
Seperti diketahui, tugas utama pemadam kebakaran adalah memadamkan api. Namun, permintaan dari masyarakat beraneka macam.
“Cuman salah satunya ya khususnya kalau si abang ada apa ada kebakaran dua jan serung trlepon ya. Terus, pernah lagi telepon ‘neng, cape habis nyelamatin iyu ada kucing kejepit’ katanya,” ucap Linda saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Senin (3/8/2026) malam.
“Terus ‘HP nyemplung gusar nih. Tapi damkar tetap dateng’,” tambahnya.
BACA JUGA:Keluarga Petugas Damkar Cipayung yang Gugur saat Bertugas Terima Santunan Rp344 Juta
Kepercayaan yang diberikan damkar terhadap masyarakat menjadi bukti bahwa setiap permohonan yang diajukan dituntaskan tanpa pamrih.
Sebelumnya, kepala petugas pemadam kebakaran Regu Kelompok C Sektor Cipayung, Jakarta Timur, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Andriyono, meninggal dunia saat berupaya memadamkan kobaran api yang melahap tumpukan sampah di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Sabtu (1/8/2026).
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu menyampaikan bahwa meninggalnya Andriyono bukan disebabkan dilahap api.
Namun, tewasnya Andriyono dikarenakan adanya gangguan kesehatan saat berjuang melumpuhkan kobaran api dari tumpukan sampah di Kramat Jati.
BACA JUGA:Personel Gulkarmat DKI Wafat Saat Bertugas, Begini Kronologinya
Saat itu, korban sempat mengeluhkan masalah kesehatannya kepada rekan timnya ketika menyambungkan selang untuk melakukan penyemprotan.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)