Israel melancarkan serangan terbaru ke Gaza, Palestina yang menewaskan lebih dari 20 orang. Qatar, Mesir dan Turki, yang menjadi penengah gencatan senjata di Gaza, mengkritik Israel atas serangan itu.
Dilansir AFP, Selasa (4/8/2026), ketiga negara itu mengutuk keras Israel. Mesir dkk mengatakan serangan tersebut sebagai "pelanggaran Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, khususnya yang menargetkan fasilitas dan infrastruktur kesehatan, dan jatuhnya korban di kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak".
Situasi tersebut merupakan "pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional", tambah mereka dalam pernyataan bersama.
Diketahui Israel melakukan rangkaian serangan terhadap Gaza akhir pekan lalu. Serangan itu terjadi di tengah klaim Hamas yang menyatakan telah menyetujui tahap terbaru dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Dilansir AFP, Minggu (3/7), otoritas pertahanan sipil Gaza yang berada di bawah pemerintahan Hamas mengatakan delapan orang tewas dalam serangan yang terjadi sekitar tengah malam. Lima korban lainnya dilaporkan meninggal dalam serangan terpisah pada siang hari.
Salah satu serangan menghantam sebuah apartemen di wilayah tengah Jalur Gaza. Seorang pria dan istrinya dilaporkan tewas setelah helikopter militer Israel menyerang bangunan tersebut. Beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan lain yang menyasar apartemen di sebelah barat Kota Gaza menewaskan seorang pria lanjut usia dan seorang anak. Sementara itu, tiga orang, termasuk seorang anak, tewas ketika sebuah bangunan permukiman di barat laut Khan Younis, Gaza selatan, menjadi sasaran serangan.
Selain itu, satu warga sipil tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan drone Israel yang menyasar sekelompok warga di dekat kamp pengungsian Jabalia, Gaza utara.
Menjelang fajar, serangan lain menghantam sebuah apartemen di sebelah barat Kota Gaza dan menewaskan satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, serta anak mereka. Otoritas setempat menyebut sang istri sedang mengandung.
Dua orang lainnya, yang disebut merupakan kakak beradik, juga tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi diserang drone Israel di Deir al-Balah, Gaza bagian tengah.
Serangan terbaru ini terjadi meski Hamas pada Jumat lalu menyatakan telah menyetujui rencana yang didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang. Rencana tersebut mencakup penyerahan senjata oleh Hamas serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza secara bertahap.
(lir/lir)






Komentar (0)