VIVA – Nama besar almarhum Kasino Warkop DKI masih melekat di ingatan masyarakat Indonesia sebagai salah satu ikon komedi legendaris. Bersama Dono dan Indro, Kasino berhasil menghibur jutaan penonton lewat film maupun acara televisi yang populer sejak era 1980-an. Namun, tak banyak yang mengetahui bagaimana kehidupan keluarga yang ditinggalkannya, termasuk sang putri semata wayang, Hanna Sukmaningsih.
Alih-alih mengikuti jejak sang ayah di dunia hiburan, Hanna Sukmaningsih memilih membangun karier di bidang kuliner. Perempuan yang juga dikenal sebagai Hanna Kasino itu kini fokus mengembangkan sejumlah bisnis makanan, salah satunya usaha klappertaart yang telah memiliki pelanggan setia.
Hanna menjadi contoh bahwa anak dari figur publik tak selalu bergantung pada popularitas orang tua. Ia justru membangun usahanya secara perlahan dengan mengutamakan kualitas produk hingga mampu dikenal karena cita rasa yang ditawarkan.
Dari Pekerja Kantoran Beralih ke Dunia Kuliner
Sebelum menjadi pengusaha, Hanna sempat menjalani kehidupan sebagai pekerja kantoran. Namun, ia merasa pekerjaan tersebut belum sesuai dengan passion yang dimilikinya. Keinginan untuk menemukan bidang yang benar-benar disukai akhirnya membawanya mengenal dunia memasak.
Perjalanan itu dimulai pada Juni 2005 ketika Hanna bertemu dengan seseorang yang rutin mengajarkan berbagai hidangan khas Manado. Salah satu menu yang dipelajarinya adalah klappertaart, kue tradisional berbahan dasar kelapa muda yang memiliki cita rasa manis dan tekstur lembut.
Sejak saat itu, Hanna jatuh hati pada sajian khas Sulawesi Utara tersebut. Ketertarikannya berkembang menjadi peluang bisnis hingga akhirnya lahirlah usaha Hanna Klappertaart.
Lewat unggahan di Instagram, Hanna juga kerap membagikan kegiatannya terkini. Ia juga belajar menjahit dan menunjukkan minatnya pada karya-karya lawas sang ayah.
Mengutamakan Kualitas, Bukan Popularitas Nama Ayah
Meski merupakan putri dari salah satu komedian paling terkenal di Indonesia, Hanna mengaku tidak pernah menjadikan nama besar Kasino sebagai modal utama dalam menjalankan bisnis.
Dalam sebuah wawancara, Hanna mengungkapkan bahwa mayoritas pelanggan kembali memesan produknya karena kualitas rasa yang memuaskan, bukan karena latar belakang keluarganya.






Komentar (0)