Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyoroti kasus kematian dari seorang satpam yang ditemukan tewas dalam kondisi terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Menurutnya, Surmarna adalah korban pembunuhan dan pelakunya bukan orang asing, melainkan seseorang yang telah dikenal oleh korban.
Dedi mengatakan dugaan tersebut muncul setelah polisi dan sejumlah pihak mulai menyusun ulang jejak perjalanan hingga kematian dari Sumarna. Menurutnya, ada sejumlah petunjuk yang dapat menjadi benang merah untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya.
Baca Juga: Taruhan di Balik Safari, Jalan Cerita Jokowi Akan Tamat Jika Gagal Membesarkan PSI
"Tinggal dicek almarhum bertemu siapa, di mana, kan bisa dicek lewat data internet. Akan terlihat di mana, rumah siapa, sehingga kita bisa menyimpulkan dihabisi di lokasi apa, bertengkar dulu di tempat itu sehingga dikejar. Tinggal motif, dendam karena apa, keuangan atau faktor lain," kata Dedi Mulyadi, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kemungkinan besar seluruh rangkaian kejadian masih berada di sekitar kawasan dari Waduk Jatiluhur. Karena itu, ia menduga pelaku memiliki hubungan atau setidaknya sudah dikenal oleh korban.
"Kalau seperti itu menurut saya bisa jadi hanya di seputaran itu. Pelakunya bisa jadi orang yang dikenal, bisa jadi. Karena almarhum mah kan tidak jauh kan," ujarnya.
Dugaan tersebut sejalan dengan hasil penyelidikan Polda Jawa Barat. Pihak kepolisian menyatakan kasus ini tidak mengarah pada aksi perampokan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan seluruh barang berharga milik korban masih ditemukan dalam kondisi utuh.
"Barang milik korban termasuk handphone, dompet, perlengkapan dari security termasuk borgol yang ada di badannya ini masih utuh. Termasuk kendaraan motornya juga masih utuh. Jadi hipotesa pertama di sini adalah kaitannya tidak terkait dengan masalah perampokan maupun pengambilan barang berharga," kata Hendra.
Fakta lain yang menarik perhatian penyidik adalah borgol yang mengikat tangan korban diduga bukan berasal dari perlengkapan kerja korban.
Menurut Hendra, perlengkapan satpam milik korban masih lengkap sehingga besar kemungkinan borgol tersebut dibawa oleh pelaku.
"Kita duga bahwa borgol yang digunakan pelaku ini bukan dari borgol korban, berarti dari pelaku ini," ujarnya.
Polisi juga menduga aksi pembunuhan tidak dilakukan oleh satu orang. Selain itu, hasil gelar perkara menemukan adanya anomali dalam rute perjalanan korban menuju lokasi penemuan jasad.
Baca Juga: Jokowi: Kalau Bisa Diselesaikan Sendiri, Selesaikan...Jangan Sedikit-sedikit ke Solo
Penyidik mendapati korban tidak langsung menuju titik tempat jasad ditemukan, melainkan sempat melewati kawasan perumahan yang minim penerangan. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa korban sempat bertemu seseorang sebelum akhirnya tewas di Waduk Jatiluhur.






Komentar (0)