VIVA – Seorang konten kreator diduga merekam seorang usher atau SPG dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia.
Konten video yang dibuatnya dengan narasi ‘cara deketin cewek’ menimbulkan polemik publik.
Pasalnya, konten kreator bernama Emanuel Bryan atau akrab disapa Ebe Martono diduga tidak meminta izin terlebih dahulu kepada para SPG.
Polemik ini ramai di media sosial, bermula dari seorang pengguna Threads pada akun @leonnyluhendo yang mengungkapkan konten kreator tersebut menilai dirinya sebagai usher.
Namun, belakangan ia baru menyadari bahwa selama percakapan berlangsung dirinya ternyata direkam.
Menurut pengakuannya, salah satu kamera yang digunakan diduga disembunyikan di kacamata sehingga ia tidak menyadarinya dan menjadi sebuah konten.
Lantaran merasa tidak nyaman dengan konten tersebut, ia meminta melalui pesan pribadi agar video tersebut dihapus.
Ebe Martono Beri Klarifikasi- Instagram Ebe Martono
Menanggapi polemik tersebut, kini konten kreator, Ebe Martono memberikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi atas konten yang ia buat.
“Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan sebelumnya saya Brian saya ingin minta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan,” ungkap konten kreator itu pada akun Instagram miliknya @ebemartono.
Dirinya menyatakan permintaan maafnya terkait pernyataannya yang sempat menuai sorotan.
Ebe menyampaikan klarifikasinya seraya mengakui pentingnya bersikap lebih hati-hati dalam penuturan kata-kata.
“Saya seharusnya tidak mengatakan atas biaya produksi atau kata-kata lain. Lagi-lagi saya hanya minta maaf dan klarifikasi semua tuduhan, semua narasi yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Kedepannya, ia berjanji akan lebih berhati-hati saat membuat konten, sembari menjelaskan situasi dari sudut pandangnya tanpa berusaha membenarkan diri.
“Kedepannya saya akan lebih hati-hati dalam memposting konten yang saya buat. Izinkan saya cerita dari pihak saya apa yang terjadi, lagi-lagi saya tidak membenarkan diri tapi saya ingin mengklarifikasi dari sisi saya,” terangnya.
Menurutnya, konten tersebut berawal dari iseng dengan mengenal sejumlah orang untuk membantunya keluar dari rasa takut sebagai orang introvert.






Komentar (0)