JAKARTA, KOMPAS.com - Istri petugas Gulkarmat yang gugur saat memadamkan kebakaran di TPA Kramat Jati, Jakarta Timur, Linda (43), berharap kedua putrinya mengikuti jejak sang ayah dengan mengabdikan diri sebagai petugas pemadam kebakaran.
Harapan itu muncul sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian suaminya Andriyono yang meninggal saat menjalankan tugas negara.
"Saya pengin dua anak saya perempuan jadi damkar. Saya pengin gitu, jadi generasi penerus Abinya," ujar Linda kepada Kompas.com saat ditemui di rumah duka, Senin (3/8/2026) malam.
Baca juga: Petugas Damkar Jaktim Andriyono Meninggal Saat Tugas Dikenal Sosok Baik dan Disiplin
Meski memiliki keinginan tersebut, Linda menegaskan tidak akan memaksakan pilihan profesi kepada kedua putrinya.
Ia mengatakan keputusan itu sepenuhnya akan diserahkan kepada anak-anaknya sesuai kehendak mereka di masa depan.
"Kalau memang dia mau silakan, dan enggak saya memaksa. Kalau sudah takdir Allah dia harus jadi damkar, insya Allah jadi. Dan kalau enggak pun, enggak apa-apa," kata Linda.
Linda mengungkapkan, semasa hidup suaminya justru tidak pernah mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi petugas damkar.
Menurut dia, sang suami memiliki cita-cita berbeda untuk masa depan kedua putrinya.
"Abinya ini pengin Aisyah itu jadi dokter, Alya itu kata boleh milih sendiri jadi pengusaha enggak apa-apa katanya," ucap Linda.
Baca juga: Kebakaran Tumpukan Sampah Kramat Jati Jaktim Sudah Padam, Damkar Masih Berjaga
Linda mengatakan kepergian suaminya menjadi pukulan berat bagi ketiga anak mereka sehingga ia kini berusaha menguatkan dan mendampingi mereka melewati masa duka.
"Yang sangat terpukul mah pasti semuanya terpukul. Saya coba merangkul tiga itu. Saya arahin gimana caranya anak-anak itu supaya ngerti," tutur Linda.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara menyatakan, Andriyono sempat mendapat penanganan awal di lokasi kebakaran sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda.
"Di rumah sakit, tim medis telah melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP). Namun, almarhum dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB," jelas Bayu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).
Bayu mengungkapkan, Andriyono memiliki riwayat penyakit jantung dan sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada ketika membantu operasi pemadaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)