PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mulai menerapkan sterilisasi penuh di enam pelabuhan penyeberangan utama pada Rabu (5/8/2026).
Salah satu fokus penerapan kebijakan ini berada di lintasan Ketapang, Banyuwangi–Gilimanuk, Bali yang menjadi jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia.
Heru Widodo Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi budaya operasional perusahaan yang menempatkan keselamatan, keamanan, dan kedisiplinan sebagai prioritas utama dalam pelayanan penyeberangan.
“Mulai 5 Agustus 2026 kami sudah memasuki fase implementasi penuh sterilisasi pelabuhan utama, dan ini merupakan perubahan budaya operasional yang menempatkan aspek keselamatan, keamanan dan kedisiplinan sebagai prioritas,” kata Heru dilansir dari Antara, Senin (3/8/2026).
Menurut Heru, sterilisasi pelabuhan tidak hanya bertujuan menata kawasan pelabuhan, tetapi juga memperkuat standar operasional agar layanan penyeberangan menjadi lebih andal dan aman bagi masyarakat.
Ia optimistis implementasi kebijakan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasional pelabuhan.
Menjelang pemberlakuan penuh, ASDP bersama regulator dan instansi terkait telah menyelesaikan berbagai persiapan.
Langkah yang dilakukan meliputi sosialisasi kepada pengguna jasa dan pelaku usaha, pemasangan rambu serta media informasi, hingga pendataan berbasis teknologi pengenalan wajah (face recognition).
Selain itu, ASDP juga mengoptimalkan sistem akses satu pintu, membagikan alat pelindung diri (APD) berupa rompi dan helm keselamatan bagi pengguna area operasional, menata arus kendaraan, serta memperkuat patroli gabungan dan sistem pengawasan di kawasan pelabuhan.
Heru menjelaskan, penerapan sterilisasi disesuaikan dengan karakteristik operasional masing-masing pelabuhan.
Khusus di lintasan Ketapang–Gilimanuk, perhatian difokuskan pada peningkatan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran, penguatan kepatuhan penggunaan APD, serta patroli gabungan yang dilakukan secara rutin.
Sementara itu, Windy Andale Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menilai keberhasilan implementasi sterilisasi pelabuhan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat.
“Dukungan yang kami terima selama masa sosialisasi hingga persiapan implementasi menunjukkan adanya kesamaan komitmen untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih aman, tertib dan nyaman. Sterilisasi menjadi langkah bersama dalam membangun layanan penyeberangan yang semakin profesional dan berorientasi pada keselamatan,” ujar Windy.
Melalui kebijakan ini, ASDP berharap budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan semakin kuat sekaligus menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan. (ant/saf/iss)





Komentar (0)