Bawa Karung Rongsokan, Lansia Tuna Rungu Tewas Tertemper KA Bengawan di Jalur Rel Sleman

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Sleman, tvOnenews.com - Seorang lansia penyandang tuna rungu meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Bengawan di jalur rel wilayah Sleman, DI Yogyakarta.

Saat kejadian, korban yang diketahui inisial N (73), warga Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul tengah membawa karung berisi rongsokan. 

Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (2/8/2026) petang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika KA Bengawan relasi Pasar Senen - Purwosari melintas di Km 162+0 petak jalan Lempuyangan - Maguwo. 

Korban diduga berada di area jalur rel sambil membawa karung rongsokan yang dikumpulkannya. Diduga karena mengalami gangguan pendengaran, korban tidak menyadari datangnya kereta hingga akhirnya tertemper. 

"Sebelum kejadian, korban berada di tengah jalur ketika KA Bengawan melaju dari arah barat ke timur. Warga sekitar sempat berteriak memperingatkan korban, namun karena jarak kereta sudah dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari. Diduga, korban juga memiliki gangguan pendengaran," kata Iptu Argo Anggoro, Kasi Humas Polresta Sleman, Senin (3/8/2026). 

Argo mengungkap, benturan keras tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan PMI. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Atas insiden ini, KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan masih terjadinya temperan terhadap KA dan mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, hati-hati dan disiplin dalam mematuhi rambu-rambu yang ada. 

Selain itu, masyarakat juga diimbau berhenti sejenak untuk memastikan keamanan jalur sebelum melintasi perlintasan sebidang KA. 

"Jangan beraktivitas di sekitar jalur KA karena berisiko tinggi," imbuh Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta.

KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat perlintasan liar baru. Baginya, keselamatan merupakan tanggungjawab bersama. 

"Kami mengimbau masyarakat agar melintas hanya diperlintasan resmi saja dan berhenti sejenak untuk memastikan jalur kereta aman dan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum kendaraan melintasi perlintasan sebidang," ucap Feni. (scp) 

 

 

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mampu Kalahkan Timnas Indonesia di Pakansari, John Herdman Beri Pujian untuk Vietnam
• 1 jam lalu
0
thumb
Sabet Gelar Juara The Icon Indonesia, Felicia Bikin Orang Tua Haru Usai Alami Perubahan Besar Ini
• 41 menit lalu
0
thumb
Prabowo Terima Kunjungan PM Thailand di Istana, Disambut Tari Jaipong Klasik
• 16 jam lalu
0
thumb
Viral SPG GIIAS Direkam Diam-diam, Menteri Komdigi Sebut Langgar UU PDP
• 19 jam lalu
0
thumb
BNPP Tegaskan Hasil IPKP 2026 Jadi Dasar Percepatan Pembangunan Perbatasan
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.