Petugas keamanan (sekuriti) di sekitar Bundaran HI, Fiktor Harefa, mengaku masih trauma usai insiden cekcok dengan pengemudi Alphard yang merupakan anggota kepolisian di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7).
Hal itu disampaikan kuasa hukum Fiktor, Wiradarma Harefa saat mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/8).
Wira mengatakan, kondisi psikologis Fiktor memang sudah berangsur membaik, tetapi rasa traumanya belum sepenuhnya hilang.
“Sudah berkurang jauh memang masalah traumanya. Tapi memang masih ada. Beberapa, dia tadi sampaikan juga bahwa traumanya masih ada, tapi sudah banyak yang sudah pulih lah,” ujar kuasa hukum Fiktor kepada wartawan.
Wira menjelaskan trauma yang dialami Fiktor itu muncul saat dia bertemu orang yang berbadan tegap.
Dalam pemeriksaan hari ini, Fiktor dimintai keterangan oleh Polda Jawa Barat terkait insiden yang terjadi di Bundaran HI. Menurut Wira, materi pemeriksaan masih berkutat pada kronologi kejadian serta proses perdamaian antara kedua belah pihak.
“Masih kronologis, masih terkait dengan apa yang sudah dilakukan, sudah ada perdamaian. Nah memang itu aja tadi yang diperjelas karena menyangkut kode etik,” kata dia.
Fiktor turut membenarkan pertanyaan yang diajukan penyidik masih seputar kronologi kejadian.
“Kalau yang ditanyakan sih tadi sama,” ucap Fiktor.
Kuasa hukum Fiktor menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima dari penyidik, proses selanjutnya akan dilanjut ke sidang kode etik terhadap anggota yang terlibat.
“Berdasarkan informasi dari penyidik tadi mungkin selanjutnya ini ada sidang kode etik di internal. Tapi kita tidak tahu kapan karena mereka sedang mengumpulkan keterangan-keterangan,” pungkas Wira.
Pelaku Jalankan Penugasan Khusus di Kementerian
Wira mengatakan, dalam pemeriksaan siang ini terungkap bahwa para pelaku saat kejadian tengah menjalankan penugasan khusus di salah satu kementerian.
“Tadi tidak dijelaskan terkait kenapa ada di Jakarta, apakah berdasarkan penugasan atau tidak. Tadi tidak dijelaskan,” ujar Wira kepada wartawan di Polsek Menteng, Jakarta Pusat.
Meski demikian, Wira mengatakan surat panggilan pemeriksaan menyebut anggota tersebut tengah menjalankan penugasan khusus di Jakarta.
“Berdasarkan surat panggilan memang di situ dituliskan bahwa mereka ini sedang ada namanya BKO ya, atau sedang ditugaskan lah. Sedang ada penugasan khusus di Jakarta berdasarkan surat panggilan,” kata Wira.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai lokasi penugasan itu, Wira menyebut anggota tersebut ditempatkan di salah satu kementerian.
Namun, Wira mengaku tidak mengetahui bentuk penugasan yang dijalankan anggota tersebut karena hal itu tidak dijelaskan dalam pemeriksaan.
“Tidak dijelaskan, kami tadi tidak bertanya,” ujar Wira saat ditanya apakah penugasan itu berkaitan dengan pengawalan atau tugas lainnya.






Komentar (0)