PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 667% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) pada kuartal II 2026. Kinerja tersebut menjadikan emiten pelayaran itu sebagai salah satu perusahaan dengan pertumbuhan profitabilitas tercepat di sektor angkutan komoditas.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal II 2026, laba bersih HATM meningkat dari sekitar Rp6 miliar pada kuartal I 2026 menjadi Rp46 miliar. Pertumbuhan tersebut melampaui emiten sejenis di sektor pelayaran. Sebagai perbandingan, laba bersih PSAT tumbuh sekitar 50%, NELY baru berbalik mencatat laba tipis setelah sebelumnya merugi, sedangkan PSSI masih membukukan rugi meski kinerjanya mulai membaik.
Sejalan dengan peningkatan laba, pendapatan HATM naik menjadi Rp292 miliar, meningkat 28% QoQ dibandingkan Rp228 miliar pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut relatif sejalan dengan emiten pembanding seperti NELY yang tumbuh 31% dan PSAT 32%, serta lebih tinggi dibandingkan PSSI yang mencatat kenaikan pendapatan 13%.
Kenaikan laba yang jauh melampaui pertumbuhan pendapatan menunjukkan keberhasilan perseroan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan pertumbuhan pendapatan yang relatif sebanding dengan perusahaan lain di sektor yang sama, HATM mampu menghasilkan peningkatan margin laba yang lebih tinggi melalui optimalisasi struktur biaya.
Momentum kinerja tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap fundamental perseroan. Pada perdagangan Senin (3/8/2026), saham HATM dibuka di level Rp530 per saham.
Selain mencatatkan pertumbuhan laba, HATM juga menyiapkan langkah ekspansi melalui penguatan struktur permodalan. Perseroan sebelumnya mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 800 juta saham, setara 9,22% dari modal ditempatkan dan disetor.
Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha, antara lain melalui penambahan armada kapal, pembayaran pinjaman bank, serta kebutuhan modal kerja.
Di sisi operasional, HATM juga memperluas basis pelanggan dengan melayani sejumlah perusahaan besar, di antaranya BIB, anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), Beruang Maritim Indonesia (BMI) yang merupakan anak usaha WBSA, Xiangyu Shipping, serta Tsingshan Group. Penambahan pelanggan tersebut diharapkan memperkuat kualitas pendapatan sekaligus meningkatkan visibilitas bisnis perseroan.
Baca Juga: Saham HATM Naik, Emiten Pelayaran Ini Layani Grup Sinar Mas dan Industri China
Baca Juga: HATM Siapkan Private Placement 800 Juta Saham, Investor China Jadi Standby Buyer?
Baca Juga: Berstatus HSC, HATM Siap Jalani Private Placement 800 Juta Saham
Dari sisi struktur keuangan, HATM masih memiliki rasio Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,16 kali. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan NELY sebesar 0,28 kali dan PSAT sebesar 0,29 kali, serta relatif sebanding dengan PSSI yang mencatat DER 0,14 kali.
Rasio utang yang rendah dinilai memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi armada dan meningkatkan kapasitas usaha seiring prospek industri angkutan laut yang membaik.
Dengan kombinasi pertumbuhan laba yang signifikan, penguatan struktur permodalan melalui private placement, basis pelanggan yang semakin luas, serta tingkat leverage yang relatif rendah, HATM memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya.






Komentar (0)