Liputan6.com, Jakarta - Lini massa dihebohkan dengan polemik antara konten kreator dengan SPG di gelaran GIIAS 2026. Kejadian berawal dari curhatan wanita yang bertugas sebagai SPG di salah satu booth mobil direkam oleh konten kreator @ebemmartono tanpa izin.
Curhatan wanita tersebut diunggah melalui akun Threads pribadinya @leonnyluhendo. Unggahan tersebut mendapatkan respons dan dukungan dari netizen.
Advertisement
Dalam unggahannya, Leonny mengaku didatangi dua orang diduga kreator konten ke boothnya. Dua orang ini bertanya soal spesifikasi mobil dan memuji kemampuannya menjelaskan produk yang dijualnya.
Setelah memberikan penjelasan, dua orang tersebut mulai menanyakan identitas pribadi, mulai dari nama dan usia. Leonny mengaku menjawab dengan sopan seluruh pertanyaan.
Hingga akhirnya, dia menyadari tanya jawabnya itu direkam terkait data pribadinya. Bahkan, dia akhirnya mengetahui jika pria tersebut merekam dari kamera tersembunyi di kacamata.
Salah satu kreator sempat memperlihatkan HP yang dipakai merekam dari belakang. Saat itu, mengira kamera hanya diarahkan ke area booth dan mobil yang dijaganya. Dia tidak protes lantaran merekam produk diizinkan selama acara.
Namun, beberapa saat kemudian, dia menerima kiriman video dirinya sebagai objek utama. Narasi dalam konten itu tertulis "cara deketin cewe di pameran."
Dia mengaku tidak nyaman dengan aksi dua konten kreator tersebut. Dia langsung menghubungi konten kreator tersebut melalui pesan pribadi dan meminta agar video tersebut dihapus.
"Aku sama sekali gakenal konten kreator ini, gatau isi” konten dia itu apa aja dan tba” ada yang mengirimkan output video aku yg dibuat oleh mereka dengan narasi “cara deketin cewe dipameran”. oleh karena isi konten dan narasi tersebut aku merasa sangat tidak nyaman dan berusaha dengan baik mendm dan meminta untuk mentakedown kontennya," tulis Leonny seperti dikutip Liputan6.com, Senin (3/8/2026).
Dia menyayangkan, perekaman tersebut dilakukan tanpa persetujuan darinya untuk dijadikan konten di media sosial. Dia juga tidak diberi tahu bahwa telah direkam secara sembunyi-sembunyi menggunakan kamera di kacamata.
"Mereka juga tidak memberitahukan bahwa mereka memakai KAMERA YANG ADA DIKACAMATANYA untuk merekam aku dari depan," ujar dia.





Komentar (0)