JAKARTA, KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul telah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026) sore.
Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Anutin tiba dengan pesawat kenegaraan Thailand dengan mengenakan setelan jas.
Begitu menuruni tangga pesawat, Anutin langsung disambut oleh Menko Polkam Djamari Chaniago.
Setelahnya, Anutin tampak memberikan salam kepada sejumlah prajurit, dan membungkuk di hadapan pasukan jajar kehormatan Indonesia.
Anutin kemudian diajak oleh Djamari untuk masuk ke dalam mobil limousine hitam yang sudah disediakan di landasan.
Baca juga: Prabowo Akan Terima PM Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Sore Ini
Dari Halim Perdanakusuma, PM Thailand akan langsung mendatangi Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta.
"Presiden Prabowo akan menerima PM Thailand hari ini," ujar Jubir Kemenlu Yvonne Mewengkang kepada Kompas.com, Senin.
Yvonne menyampaikan, ini merupakan kali kedua Prabowo dan Anutin bertemu.
"Pertemuan ini merupakan yang ke-2 sejak kedua negara sepakat meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Strategic Partner pada tahun 2025 saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Thailand," imbuhnya.
Prabowo sendiri pernah mengatakan Indonesia dan Thailand sudah memiliki hubungan yang lama dan mendalam.
Prabowo pun berkomitmen untuk mempererat hubungan bilateral dengan Thailand dalam kunjungan resmi kepada Perdana Menteri Paetongtarn Sinawatra di Government House, Bangkok, pada Senin (19/5/2025).
Baca juga: Pimpinan MPR Datangi Istana, Undang Prabowo ke Sidang Tahunan 14 Agustus 2026
"Indonesia dan Thailand memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin lama dan mendalam. Kita sudah berhubungan diplomatik selama 75 tahun," ujar Prabowo, dalam keterangan persnya, Senin.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara menyepakati penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor penting, mulai dari pertahanan hingga perdagangan, serta isu-isu regional dan global.
Dalam sektor keamanan dan pertahanan, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam menanggulangi berbagai tantangan lintas negara, termasuk kejahatan siber, perdagangan manusia, serta peredaran narkotika.
Kerja sama keamanan akan terus diperkuat melalui berbagai mekanisme, antara lain peningkatan dialog dan kunjungan antarlembaga, penguatan kerja sama maritim, latihan militer bersama, serta kolaborasi di bidang industri pertahanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




Komentar (0)