Grid.ID - Sarwendah mengaku bodoh karena selama ini memilih diam. Ruben Onsu pun memberi balasan menohok atas pernyataan sang mantan istri.
Gugatan hak asuh anak masih bergulir, konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu kini semakin memanas. Di hadapan publik, kedua belah pihak saling membela diri atas tudingan yang dilempar masing-masing pihak.
Baru-baru ini Sarwendah membuat tulisan panjang lebar yang berisi penjelasan terkait konteks pertengkarannya dengan Ruben dalam video yang viral. Diketahui bahwa video tersebut diungkap oleh pihak Ruben untuk mematahkan pernyataan Sarwendah yang mengaku tak pernah ribut di depan anak-anak.
Di dalam video rekaman CCTV tersebut, emosi Sarwendah tampak meluap-luap hingga berteriak histeris dan menunjuk-nunjuk Ruben Onsu. Menurut Sarwendah, dirinya merasa perlu untuk menjelaskan dengan jelas dan utuh situasi yang terjadi di dalam video.
"Setelah beredar video yang tidak disertai kontens yang utuh, saya merasa perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Karena publik meminta saya menunjukkan bukti," tulis Sarwendah, dikutip dari akun Instagram @sarwendah29.
Mantan anggota grup Cherrybelle itu menyebut konflik terjadi pada tanggal 4 Maret 2024. Masalah bermula saat masa sewa rumah di Pondok Indah akan berakhir. Ia mengusulkan kepada Ruben untuk kembali ke rumah lama dibanding harus menyewa apartemen atau hotel hingga ratusan juta rupiah.
Selain itu, Sarwendah juga meminta agar jadwal kepindahan mereka diundur dari tanggal 8 ke tanggal 12 karena anak-anak masih libur. Namun menurutnya, permintaan tersebut justru memantik perdebatan di antara mereka.
"Namun saat itu saya diberitahu bahwa sudah disewa apart-hotel selama satu bulan dengan biaya sekitar Rp120 juta. Menurut saja, dana tersebut seharusnya bisa diprioritaskan untuk kebutuhan anak-anak atau rumah."
"Saya juga meminta jadwal pindah diundur dari tanggal 8 ke 12. Karena anak-anak masih libur serta meminta kontak marketing agar bisa mengurusnya sendiri. Namun permintaan tersebut tidak diberikan. Akhirnya memicu perdebatan," beber Sarwendah.
Di tengah perdebatan tersebut, Ruben Onsu disebut langsung membanting pintu hingga membuat situasi semakin panas. Emosi Sarwendah pun meledak melihat reaksi suaminya tersebut.
"Di tengah pembicaraan tersebut, suasana memanas. Beliau membanting pintu dan percakapan berubah menjadi pertengkaran. Di situlah emosi saya akhirnya meledak," lanjutnya.
Sarwendah mengaku bahwa kemarahannya saat itu tak hanya dipicu persoalan tanggal pindah saja, melainkan juga dipicu oleh persoalan yang menumpuk selama 11 tahun pernikahan. Wanita 36 tahun ini juga menyebut Ruben telah menghentikan nafkah anak selama 3 bulan, beriringan dengan terhentinya pembangunan rumah baru karena persoalan ekonomi.
"Kemarahan yang terlihat di video tersebut bukan muncul karena persoalan tanggal pindah semata, melainkan akumulasi dari banyak hal yang selama 11 tahun ini tidak bisa saya sampaikan," terangnya.
Tak berhenti di situ, Sarwendah juga menyebut bahwa Ruben berselingkuh. Menurutnya, perselingkuhan tersebut pertama kali terjadi pada 2017 silam.
"Dan saya mengungkapkan perselingkuhan beliau di video itu."
"2017, saya mengetahui adanya perselingkuhan. Saat itu beliau mengakui kesalahannya, meminta maaf dan berjanji untuk berubah. Saya melihat betapa kerasnya beliau berjuang mencari nafkah dan membangun keluarga kami," tulis Sarwendah.
Sarwendah pun memilih untuk tetap bertahan dan berharap agar semuanya bisa benar-benar berubah. Namun kepercayaannya mendadak runtuh saat Ruben kembali berselingkuh.
Bahkan di tengah kondisi keuangan yang sulit, Ruben disebut tetap menggelontorkan uang dalam jumlah banyak untuk selingkuhannya tersebut.
"Namun, kepercayaan itu kembali runtuh oleh perselingkuhan beliau yg berikutnya. Saat kondisi keuangan keluarga sedang sulit, tetapi saya mengetahui ada pengeluaran dalam jumlah besar untuk selingkuhannya itu," jelas Sarwendah.
Sarwendah Mengaku Bodoh karena Diam
Usai mengklarifikasi video pertengkarannya dengan Ruben, Sarwendah mengakui bahwa dirinya bodoh karena selama ini memilih untuk diam. Ia berharap bahwa dengan diam, keadaan akan berubah menjadi lebih baik.
"Saya memang bodoh. Saya pikir dengan diam, dgn mengevaluasi kesalahan saya, keadaan akan jadi lebih baik, demi anak-anak," lanjutnya.
Sarwendah juga berharap agar mereka dapat segera menyelesaikan permasalahan ini. Sarwendah juga menutup tulisannya dengan pernyataan akan membela anak-anaknya habis-habisan, bahkan dengan nyawa sekalipun.
Dalam postingannya ini, Sarwendah juga menyertakan video versi lengkap pertengkarannya dengan Ruben yang telah beredar. Hal ini dimaksudkan agar semua orang dapat memahami konteks video dengan jelas.
Balasan Ruben
Tak lama setelah Sarwendah membuat klarifikasi panjang, Ruben Onsu juga mengunggah sebuah tulisan di media sosialnya. Tulisan tersebut seolah menjawab pernyataan sang mantan istri.
Ruben Onsu menyinggung pihak yang lebih dulu memulai konflik dan koar-koar.
"Lah kan dari dulu juga kite udah diem, yang dulunya ngoceh terus siapa?
Coba inget lagi ini berawal dari siapa? Gak lupa kan?
Terus statement yang udah pernah diucap selama live kerja dengan merendahkan orang lain gimana?
Sempet mikir gak ke sana jika posisi itu diputar? Muter-muter terus ngomongnya, dijawab kok kesannya terpojok," tulis Ruben di media sosial Instagramnya, @ruben_onsu.
Dikabarkan sebelumnya, Ruben Onsu telah mengajukan gugatan hak asuh anak pada Sarwendah dan kini proses sidang tengah bergulir di pengadilan. Ruben merasa dirinya dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya, padahal dirinya merasa telah memenuhi kewajibannya untuk menafkahi anak, seperti yang diminta oleh Sarwendah.
Sementara itu, Sarwendah sempat menyinggung Ruben yang telah menghentikan nafkah anak selama 6 bulan. Ruben beralasan dirinya sengaja menghentikan nafkah karena haknya untuk bertemu dengan anak-anaknya tidak diberikan.
Hingga saat ini masalah mengenai hak asuh anak belum menemui titik terang. Kedua belah pihak justru terlibat konflik yang semakin panas dengan terungkapnya beberapa fakta baru mengenai rumah tangga Ruben dan Sarwendah yang berjalan selama 11 tahun tersebut. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)