Saham Porto Lo Kheng Hong (GJTL) Melonjak Hampir 7 Persen

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Saham produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) ditutup menguat pada Senin (3/8/2026). Kenaikan tersebut terjadi di tengah kinerja keuangan yang solid.

Saham Porto Lo Kheng Hong (GJTL) Melonjak Hampir 7 Persen. (Foto: Gajah Tunggal)

IDXChannel – Saham produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) ditutup menguat pada Senin (3/8/2026). Kenaikan tersebut terjadi di tengah kinerja keuangan yang solid.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GJTL melonjak hampir 7 persen, tepatnya 6,94 persen ke Rp1.310 per unit, usai sempat menembus Rp1.340 per unit pada saat perdagangan berlangsung.

Baca Juga:
Tetapkan Harga Pelaksanaan Rights Issue, Saham BUVA Jatuh 7 Persen

Nilai transaksi mencapai Rp25,73 miliar, sedangkan volume perdagangan 19,85 juta saham.

Dengan ini, dalam sepekan saham yang masuk ke dalam portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong (LKH) ini melambung 17,49 persen.

Baca Juga:
Jadi Pengendali Tunggal BCA, Berapa Kekayaan Robert Budi Hartono?

Kabar terbaru, Gajah Tunggal memastikan tidak terdapat informasi atau fakta material yang menjadi penyebab volatilitas pergerakan saham perseroan belakangan ini.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga:
Saham MAPI Tiba-Tiba Melejit 20 Persen, Apa Katalisnya?

Dalam keterbukaan informasi, 31 Juli 2026, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai maupun harga saham perseroan, serta keputusan investasi pemodal.

Perseroan juga menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang perlu diungkapkan kepada publik.

Selain itu, GJTL menyampaikan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk dalam tiga bulan ke depan, yang dapat memengaruhi pencatatan saham di Bursa.

Perseroan juga memastikan tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha.

Manajemen turut mengungkapkan hingga saat ini pemegang saham utama juga belum memiliki rencana terkait perubahan kepemilikan sahamnya di perseroan.

Laba Solid

Sebelumnya, pada 24 Juli 2026, Gajah Tunggal membukukan kinerja yang lebih kuat sepanjang semester I-2026.

Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih hampir 77 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), ditopang kenaikan penjualan dan perbaikan margin laba kotor.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis perseroan, Senin (3/8/2026), penjualan bersih GJTL naik 5,61 persen YoY menjadi Rp8,99 triliun pada enam bulan pertama 2026, dari Rp8,52 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Seiring pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan hanya meningkat 2,39 persen YoY menjadi Rp7,10 triliun dari Rp6,9 triliun.

Alhasil, laba kotor perseroan melonjak 19,69 persen YoY menjadi Rp1,90 triliun, dibandingkan Rp1,59 triliun pada semester I-2025.

Perbaikan profitabilitas tersebut turut mengerek laba sebelum pajak menjadi Rp1,01 triliun, atau meningkat 73,45 persen YoY dari Rp584,32 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak bersih sebesar Rp217,17 miliar, GJTL membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp796,37 miliar, melonjak 76,77 persen YoY dibandingkan Rp450,50 miliar pada semester I-2025.

Sejalan dengan lonjakan laba, laba per saham dasar (EPS) naik menjadi Rp229 per saham dari Rp129 per saham pada semester I-2025, atau tumbuh 77,52 persen YoY.

LKH Rajin Borong GJTL

Lo Kheng Hong tercatat rajin menambah kepemilikan saham GJTL. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), aksi beli terbaru dilakukan pada 28 Juli 2026 sehingga porsi kepemilikannya meningkat menjadi 7,05 persen.

Dalam transaksi tersebut, Lo Kheng Hong menambah 270 ribu saham sehingga total kepemilikannya naik dari 245.300.900 saham atau 7,04 persen menjadi 245.570.900 saham atau 7,05 persen. Transaksi tersebut tercatat sebagai kepemilikan langsung.

Aksi beli itu melanjutkan akumulasi yang dilakukan secara konsisten sepanjang Juli 2026.

Secara keseluruhan, sepanjang 2026 Lo Kheng Hong terus melakukan akumulasi saham GJTL.

Pada awal Januari, kepemilikannya masih sebesar 5,90 persen atau 205,72 juta saham.

Artinya, sepanjang tahun berjalan sang Warren Buffett Indonesia tersebut telah menambah sekitar 39,85 juta saham GJTL, sehingga porsi kepemilikannya meningkat 1,15 poin persentase, dari 5,90 persen menjadi 7,05 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 Jadi Rp 2,61 Juta per Gram, Galeri24 Rp 2,57 Juta
• 16 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Vietnam di Piala AFF 2026, Asal...
• 14 jam lalu
0
thumb
HUT ke-3 Garuda TV Digelar Meriah, Dewa 19 hingga Sacred Riana Siap Bikin Heboh
• 5 jam lalu
0
thumb
Peramal India Datangi Ibu Tien, Ramalannya tentang Soeharto Terbukti
• 12 jam lalu
0
thumb
Presiden Bahas Sidang Tahunan MPR dan Pokok-pokok Haluan Negara Bersama Pimpinan MPR
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.