PT Pertamina Patra Niaga menerjunkan kapal pengangkut produk (Oil Products Tanker) MT Transko Arafura membantu proses penyelamatan korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang mengalami kebakaran di perairan sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, Laut Jawa.
Melalui komando Capt. Hans Kurniadi Sofyan, kru MT Transko Arafura segera bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai kondisi darurat tersebut.
Dengan berkoordinasi bersama Basarnas, otoritas terkait, dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, kru MT Transko Arafura berhasil mengevakuasi 17 orang dalam kondisi selamat dan sehat.
Operasi penyelamatan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan enam kapal dan satu kapal tug boat. Hingga saat ini, proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh otoritas yang berwenang.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan aksi yang dilakukan kru MT Transko Arafura mencerminkan profesionalisme, kepedulian, dan kesiapsiagaan pekerja maritim Pertamina dalam menghadapi situasi darurat di laut.
“Kami bersyukur kru MT Transko Arafura dapat turut membantu proses penyelamatan para korban,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, Senin (3/8).
Kitty menambahkan, Pertamina Patra Niaga turut menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut serta berharap seluruh korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan.
Perusahaan juga mendoakan agar seluruh personel yang terlibat dalam operasi penyelamatan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
MT Transko Arafura merupakan kapal tanker produk minyak milik PT Pertamina Trans Kontinental yang dikelola PT Pertamina Patra Niaga. Kapal berbendera Indonesia yang dibangun pada tahun 2016 ini memiliki kapasitas sekitar 3.500–3.650 Deadweight Tonnage (DWT) dan telah diklasifikasikan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Sebagai bagian dari armada distribusi energi nasional, MT Transko Arafura mendukung pengangkutan produk BBM ke berbagai wilayah Indonesia dengan mengedepankan standar keselamatan, keandalan operasional, dan kesiapsiagaan dalam setiap pelayaran.






Komentar (0)