Terkini, Jeneponto – Di tengah semangat pembukaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jeneponto, ada momen yang menyita perhatian seluruh tamu undangan. Dua siswi terbaik Kabupaten Jeneponto resmi dilepas untuk mengemban amanah yang lebih besar, menjadi calon anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Mereka adalah Keisha Ratu Utami, siswi SMAN 1 Jeneponto, dan Dwi Aryanti Arsyah, siswi MAN Jeneponto. Keduanya berhasil melewati seluruh tahapan seleksi yang ketat hingga dipercaya mewakili Butta Turatea di tingkat provinsi.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Tribun Lapangan Parang Passamaturukang, Senin, 3 Agustus 2026, dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, yang mewakili Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir.
Turut hadir unsur Forkopimda, pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Jeneponto, para pelatih, pembina, serta 70 calon anggota Paskibraka Kabupaten Jeneponto yang akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan.
Suasana menjadi semakin mengharukan ketika Dr. Aspa Muji menyerahkan surat tugas kepada kedua siswi tersebut. Penyerahan itu bukan sekadar simbol keberangkatan, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan dan kebanggaan Pemerintah Kabupaten Jeneponto kepada putri-putri terbaik daerah yang akan membawa nama baik Turatea di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Dr. Aspa Muji menyampaikan apresiasi atas kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang telah ditunjukkan Keisha Ratu Utami dan Dwi Aryanti Arsyah selama mengikuti proses seleksi.
Menurutnya, keberhasilan keduanya merupakan hasil dari perjuangan panjang yang tidak mudah. Mereka harus melewati berbagai tahapan seleksi yang dilaksanakan secara objektif sesuai standar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), mulai dari seleksi administrasi, wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, kesehatan, parade, peraturan baris-berbaris, kesamaptaan hingga kepribadian.
“Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Jeneponto. Jagalah nama baik daerah, tunjukkan disiplin, integritas, semangat nasionalisme, serta berikan kemampuan terbaik selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,” pesan Dr. Aspa Muji.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas sebagai calon Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, serta memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
Keberangkatan dua siswi tersebut menjadi bukti bahwa potensi generasi muda Jeneponto terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga disiplin, dan berani meraih prestasi.
Sementara itu, bagi 70 calon anggota Paskibraka Kabupaten Jeneponto yang mengikuti pemusatan Diklat selama 17 hari, keberhasilan Keisha dan Dwi menjadi inspirasi sekaligus penyemangat. Mereka membuktikan bahwa kerja keras, komitmen, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan putra-putri Butta Turatea menuju panggung yang lebih besar.
Kini, doa dan harapan masyarakat Jeneponto mengiringi langkah Keisha Ratu Utami dan Dwi Aryanti Arsyah. Di pundak mereka, tersimpan amanah untuk mengibarkan semangat merah putih sekaligus membawa harum nama Kabupaten Jeneponto di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Semoga keduanya mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kembali membawa kebanggaan bagi Bumi Turatea.





Komentar (0)