Ponorogo (beritajatim.com) – Aksi pencurian kembali menyasar usaha konter ponsel di Kabupaten Ponorogo. Kali ini, Konter Mustofa Cell di Desa Tamansari, Kecamatan Sambit, dibobol maling yang diduga masuk melalui atap bangunan.
Pelaku berhasil membawa kabur 4 unit telepon genggam dan uang tunai sekitar Rp 25 juta. Selain itu, maling juga merusak kamera pengawas (CCTV) untuk menghilangkan jejak.
Peristiwa itu baru diketahui pada Minggu (2/8/2026) pagi saat penjaga konter datang untuk membuka toko. Saat masuk ke dalam ruangan, kondisi konter sudah berantakan. Rak etalase bergeser, sejumlah barang berserakan, sementara 4 unit ponsel dan uang tunai sekitar Rp 25 juta telah hilang.
“Kemarin buka toko, sudah berantakan semua. Silikon HP jatuh semua,” kata Kartika Intan, karyawan penjaga saat ditemui beritajatim.com di Mustofa Cell, Senin (3/8/2026).
Kartika mengaku terkejut melihat kondisi toko yang telah diacak-acak. Dia kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik dan diteruskan ke pihak kepolisian. Polisi pun langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan lubang pada bagian atap bangunan yang diduga menjadi jalur masuk pelaku. Kamera CCTV di dalam konter juga ditemukan dalam kondisi rusak. Polisi menduga kerusakan itu dilakukan secara sengaja agar aksi pencurian tidak terekam.
“Setelah kita melakukan olah TKP, kuat dugaan pelaku lewat atap bangunan, sebab ada bekas lubang di atas,” kata Kapolsek Sambit AKP Mohammad Isa Latif.
Latif sapaan akrabnya mengatakan, dalam olah TKP, petugas menemukan 3 unit ponsel yang dibuang di semak-semak tidak jauh dari lokasi kejadian. Temuan tersebut kini telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Selain ponsel, juga ditemukan alat CCTV juga tidak jauh dari lokasi konter.
“Kami menemukan 3 unit handphone yang ditinggalkan di semak-semak sekitar lokasi. Dugaan sementara pelaku lebih dari satu orang dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata AKP Mohammad Isa Latif.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi. Petugas juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku. Polisi berharap kasus pembobolan konter ponsel di Kecamatan Sambit tersebut segera terungkap. Sehingga para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kemungkinan pelaku lebih dari satu orang. Kita melakukan penyelidikan dan olah TKP lagi serta akan mengembangkan saksi-saksi, semoga cepat tertangkap pelakunya,” pungkas AKP Latif. (end/ted)





Komentar (0)